Sabtu, 03 Agustus 2019 17:50 WITA

Terkait Dugaan Mark Up Bibit Bawang di Enrekang, Ini Penjelasan Kadis Pertanian

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Terkait Dugaan Mark Up Bibit Bawang di Enrekang, Ini Penjelasan Kadis Pertanian
Bawang merah

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kadis Pertanian Enrekang Asril Bagenda, membantah telah terjadi dugaan mark up anggaran pengadaan bibit bawang Merah dan Cultivator di Kabupaten Enrekang.

Asril Bagenda menjelaskan, pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Enrekang, sudah sesuai prosedur dan tidak ada mark up terjadi di dalamnya.

"Pengadaan bibit bawang merah di Enrekang itu sebelum diadakan,  PPK-nya sudah melakukan survey harga, jenis dan kualitas calon bibit bawang merah," ujar Asril Bagenda kepada Rakyatku.com.

Setelah itu katanya, PPK membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS), kemudian data tersebut yang dimasukkan ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk dilelang.

"Sementara survei harga bibit bawang merah diambil di  dua  daerah yaitu, Bima dan Brebes. Bibit tersebut harus ada surat keterangan dari Badan Pengawas Mutu Benih provinsi asal. Tentang harga dalam HPS yang dibuat PPK.  Semuanya sudah termasuk biaya transport sampai ke penerima atau kelompok tani, " jelasnya. 

Loading...

Sebelumnya diberitakan, Ditreskrimsus Polda Sulsel mulai mengusut dugaan mark up anggaran pengadaan bibit bawang merah dan cultivator di Kabupaten Enrekang.

Anggarannya bersumber dari  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 sebesar Rp20 miliar yang dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang.

Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait kasus tersebut. Namun, dengan adanya informasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan bibit bawang merah, timnya tetap turun langsung melakukan pengumpulan data.

"Belum ada (laporan resmi masuk) tapi anggota  saya otw Pinrang sekalian cek lapangan bawah merah di Enrekang," jelasnya.

Loading...
Loading...