Sabtu, 03 Agustus 2019 09:17 WITA

"Anda Kentut, Bencana Menjauh," Duterte Hina Senator Gemuk yang Mengkritiknya

Editor: Aswad Syam
Presiden Rodrigo Duterte dan Senator Dick Gordon

RAKYATKU.COM, FILIPINA - Presiden Filipina yang blak-blakan, Rodrigo Duterte, telah melancarkan serangan luar biasa terhadap seorang senator yang telah mengkritiknya, Dick Gordon.

"Anda kentut, maka bencana menjauh," ujar Duterte dalam pidatonya.

Pemimpin kontroversial itu melontarkan hinaan terhadap kritik dan senatornya, Dick Gordon, ketika ia membuat pernyataan ofensif tentang berat badan Dick.

Duterte berkata, "Otak saya tetap berada di kepala saya. Otakmu, Dick, meleleh dan masuk ke perutmu."

Presiden juga mengatakan, Gordon berjalan seperti seekor penguin, seorang pria bodoh, dan bukan orang Filipina sejati karena ayahnya adalah seorang Yahudi setengah-Amerika.

Ledakan itu terjadi ketika Duterte berbicara di Biro Perlindungan Kebakaran kemarin.

"Kamu hanya kentut. Tubuh Anda tidak dapat masuk ambulans. Tempatkan dia di truk pemadam kebakaran Anda," tambah Duterte. 

Presiden juga mengejek aksen Gordon, dan dengan sengaja menggumamkan kata-katanya. 

Senator Gordon telah mempertanyakan penunjukan 'berbahaya' dari sejumlah mantan perwira polisi dan militer, untuk posisi senior dalam pemerintahan, menurut The Manila Standard. 

"Ini berbahaya karena otoritas sipil harus tetap tertinggi di atas militer," kritik Gordon.

Duterte percaya, para perwira militer cocok untuk pemerintah, karena ketekunan dan kemampuan mereka untuk mengikuti perintah.

Gordon memimpin sebuah komite yang menyelidiki dugaan kesalahan pejabat pemerintah dalam undang-undang. 

Terlepas dari komentar, Gordon memposting ke Facebook dan mengumumkan bahwa ia tidak tersinggung oleh komentar presiden.

Loading...

Dalam sebuah postingan yang menyertai foto dirinya, Gordon yang berusia 73 tahun menulis, bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang ukuran pinggangnya.

"Pernyataan yang saya buat kemarin dibuat dengan niat baik, dan karena kepedulian terhadap negara kita, juga Presiden, yang saya anggap teman," tulis Gordon.

“Kami sudah saling kenal sejak kami berdua walikota dan percaya bahwa kami saling menghormati," tambahnya.

"Saya juga sangat menghormati militer dan angkatan bersenjata, karena mereka adalah pelindung rakyat dan Negara. Namun, pada saat yang sama, kami ingin meyakinkan publik bahwa kami tidak melakukan militerisasi terhadap pemerintah," tulisnya lagi.

"Di Senat dan sepanjang karier saya, catatan saya berbicara sendiri. Saya selalu mendukung militer yang kuat, dengan angkatan udara, angkatan laut, dan penjaga pantai yang kredibel. Saya akan terus melakukannya, karena saya percaya bahwa kita perlu memperkuat militer untuk melindungi negara kita, terutama selama masa-masa sulit ini," tambahnya.

"Selama masa jabatan pertama saya sebagai Senator, kami menulis dan mengesahkan RA 6948 atau Undang-Undang Standarisasi dan Peningkatan Manfaat untuk Veteran Militer dan Tanggungan mereka. Kami bahkan mendorong anggaran yang lebih tinggi untuk militer dan pertahanan," tulis Gordon.

"Faktanya, selama pembahasan UU PELATIHAN, kami mengusulkan bahwa 15% koleksi darinya diperuntukkan bagi modernisasi militer dan disetujui oleh Senat. Ketika kemudian dihapus, saya mengancam akan melakukan filibuster sampai Presiden menelepon dan meyakinkan saya bahwa eksekutif akan memastikan bahwa itu akan dilaksanakan. Saya tidak tersinggung dengan komentar Presiden," jelasnya.

"Seperti yang telah saya katakan, setiap orang berhak atas pendapat, dan kita tidak dapat dikupas bawang tentang hal-hal seperti itu. Saya akan terus fokus pada kerja keras untuk melayani negara dan rakyat. Tujuan kami sebagai pegawai negeri bukanlah jabatan yang lebih tinggi, tetapi tetap teguh dalam pelayanan untuk memastikan bahwa kami mengangkat kehidupan rakyat kami, dan itulah yang saya coba lakukan setiap hari," paparnya.

"Saya senang Presiden mengkhawatirkan lingkar pinggang saya, tetapi dia tidak perlu khawatir tentang itu. Istri saya telah memastikan, bahwa saya telah mengurangi jumlah ini secara signifikan akhir-akhir ini. Tetapi saya menghargai bahwa dia peduli dengan kesehatan saya, seperti saya tentang kesehatannya," pungkas Gordon.

Pada Juni, Presiden Rodrigo Duterte mengatakan kepada orang banyak di Jepang, bahwa ia dulu gay tetapi disembuhkan oleh 'wanita cantik' - sebelum mengundang empat wanita di panggung untuk menciumnya.

Presiden Rodrigo Duterte (74), mengatakan kepada orang banyak bahwa kritikusnya Senator Antonio Trillanes IV 'mirip' dengan dia karena mereka berdua gay.

Tetapi, katanya, dia sebenarnya telah 'disembuhkan' oleh wanita cantik dan 'menjadi pria lagi' ketika dia menikahi istri pertamanya Elizabeth Zimmerman, menurut CNN Philipines.   

Loading...
Loading...