Sabtu, 27 Juli 2019 14:53 WITA

Alasan Donor Sperma, Pak Guru di Gowa Sekap dan Cabuli Gadis 15 Tahun

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Mays
Alasan Donor Sperma, Pak Guru di Gowa Sekap dan Cabuli Gadis 15 Tahun
Polisi mengamankan SY, pelaku pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Gowa.

RAKYATKU.COM, GOWA - SY (36) adalah guru di salah satu sekolah di Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Dia dibekuk setelah mencabuli anak asuhnya sendiri, MI (15).

Kassubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan membeberkan kronologi penyekapan dan pencabulan tersebut, Sabtu, 27 Juli 2019.

Berawal pada Selasa, 29 Januari 2019. Pelaku mendatangi rumah indekos korban untuk mengecek kebenaran letak rumah indekos, sekaligus menemui ibu korban yang akan berangkat ke luar Sulawesi.

Oleh sang ibu, korban dititip ke pelaku untuk menjaga putrinya. Apalagi, pelaku berjanji akan mencarikan sekolah khusus paket B untuk korban. Keesokan harinya, Rabu, 30 Januari 2019, korban pun mendatangi dan tinggal bersama pelaku. 

Bulan Februari kata Tambunan, pelaku meminta korban mendonorkan spermanya dengan alasan tertentu. Korban pun menolak, tapi pelaku terus memaksa. 

"Hingga pada Senin, 25 Maret 2019, korban disekap dalam rumah pelaku. Korban sempat disumpah, dan pelaku menakuti bahwa korban akan kena azab jika keluar rumah," kata Tambunan, Sabtu (27/7/2019).

Jumat, 26 Juli 2019, pukul 06.30 Wita kemarin, korban berhasil melarikan diri dengan cara naik ke atas atap rumah tetangga untuk bersembunyi. Setelah dilihat oleh warga, korban pun ditolong.

loading...

Setelah dievakuasi warga, mereka akhirnya berpapasan dengan salah seorang anggota Polwan dari Polres Gowa. Korban lalu dititipkan untuk diamankan di Polres Gowa. 

Setelah mengorek keterangan dari korban, polisi pun akhirnya mencari pelaku. Namun pelaku menyerahkan diri pada pukul 10.00 Wita atas arahan keluarganya.

Pelaku dan korban tinggal serumah di Jalan Abdul Mutalib Lorong 2 Kelurahan Pacinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Motif pelaku melakukan aksinya tersebut hanya karena ingin melampiaskan hawa nafsunya.

Barang bukti yang diamankan aparat kepolisian Polres Gowa, yakni satu lembar baju kaus warna abu-abu, dan satu lembar celana panjang warna hitam yang keduanya merupakan milik korban.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan Pasal 82 ayat (1) dan (2) Jo pasal 76E UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan. UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Serta ditambah 1/3 dari vonis hakim jika dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Loading...
Loading...