Rabu, 24 Juli 2019 20:01 WITA

Hendak Rampas Senjata Polisi dan Lari, Timah Panas Tembus Kaki Penjahat Asal Makassar Ini

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Hendak Rampas Senjata Polisi dan Lari, Timah Panas Tembus Kaki Penjahat Asal Makassar Ini
AY meringis menahan sakit, saat didorong petugas dari Polres Gowa.

RAKYATKU.COM, GOWA - Rabu, 24 Juli 2019. AY didorong di kursi beroda. Kaki kiri remaja berusia 19 tahun ini tampak dilapisi kayu dan dibalut perban putih, disampirkan di kursi beroda lainnya yang berwarna hitam. Dia tampak meringis kesakitan.

AY ditangkap setelah mencuri sepeda motor di wilayah hukum Polres Gowa.

Warga Perumahan Nusa Harapan Permai, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makaasar ini, ditetapkan sebagai pelaku atas kejahatan kriminal tersebut. 

Dia ditangkap di Kecamatan Pallangga Gowa. AY membuka kunci kamar dan mengambil barang dan kunci motor korban di kamar, lalu membawa lari motor korban yang terparkir di depan kamar tersebut.

Polisi terpaksa memberi tembakan di kaki kiri, karena berusaha lari dan hendak merampas senjata milik petugas.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku berupa 1 unit sepeda motor warna hitam DD 3868 XY pelat putih, 1 unit handphone hitam, 1 buah kartu ATM BRI warna hijau, dan uang tunai senilai Rp150 ribu.

Loading...

"Dari pengakuannya, pelaku membenarkan telah beberapa kali melakukan aksi pencurian di Gowa. Pelaku melakukan aksinya ini dengan alasan faktor ekonomi dan ingin menguasai kendaraan korban," kata Kassubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Rabu (24/7/2019).

Selain itu, lanjut Tambunan, pelaku telah melakukan pencurian sebanyak lima kali di TKP yang berbeda di sekitar wilayah Gowa. Pelaku juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Polsek Somba Opu dalam kasus pencurian sepeda.

Diketahui, pelaku merupakan pengamen jalanan yang nyambi menjadi pelaku kriminal. Dan uang hasil kejahatannya tersebut, dipergunakan untuk hidup sehari-hari. Barang hasil curiannya pun dijual melalui media sosial dengan harga bervariasi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP ancaman hukum di atas 7 tahun penjara.

Loading...
Loading...