Rabu, 24 Juli 2019 15:29 WITA

Diduga Gara-Gara Asmara, Dua Pria yang Bertengkar hingga Tewas di Jeneponto Berusia 72 dan 74 Tahun

Penulis: Zul Lallo - Azwar Basir
Editor: Abu Asyraf
Diduga Gara-Gara Asmara, Dua Pria yang Bertengkar hingga Tewas di Jeneponto Berusia 72 dan 74 Tahun
Korban Daeng Ngence tergeletak di atas jemuran rumput laut di Jeneponto, Rabu (24/7/2019).

RAKYATKU.COM - Dua pria yang terlibat pertengkaran diduga gara-gara asmara di Jeneponto sudah kakek-kakek. Usianya 72 dan 74 tahun. Keduanya akhirnya sama-sama tewas mengenaskan.

Kasus pada Rabu subuh (24/7/2019) itu terjadi Kampung Batu Leleng Barat, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Pertengkaran bermula saat Bisa Daeng Kulle (72) tiba-tiba marah-marah kepada Mappa Daeng Ngence (74). Mereka ini bertetangga. Rumah panggung milik mereka saling berhadapan.

Pada pukul 04.30 wita itu, Daeng Ngence sementara memperbaiki jaring rumput laut di teras rumahnya. Tiba-tiba dia dihampiri Daeng Kulle yang datang dengan parang terselip di pinggang.

Keduanya terlibat pertengkaran. Adu mulut. Daeng Kulle tak kuasa menahan emosi sehingga langsung menebas korban dengan parang berulang kali.

Akibatnya, korban mengalami luka terbuka pada lengan kanan dan kiri, luka terbuka pada dada, luka terbuka pada leher, luka terbuka pada muka, jari tangan sebelah kiri terputus. Daeng Ngence meninggal dunia di tempat. 

Setelah melakukan penganiayaan, Daeng Kulle kembali ke rumahnya dan bersembunyi dalam kamar. Tidak lama kemudian keluarga korban mengepung rumah pelaku dengan maksud membalas.

Loading...

Mereka menyuruh pelaku turun dari rumah panggung, namun tidak diindahkan. Keluarga korban memaksa dengan cara melempari dan membongkar dinding rumah pelaku.

Merasa terdesak, Daeng Kulle meloncat turun dari rumah dengan membawa parang. Dia sempat menyerang keluarga korban agar menjauh. Keluarga korban melawan menggunakan batu dan potongan kayu.

Pelaku yang dikeroyok akhirnya ikut tersungkur. Dia mengalami luka terbuka pada kepala bagian kanan, luka terbuka pada pergelangan tangan kiri, dan luka memar pada punggung.

Pelaku sempat dilarikan ke RSUD Lanto Daeng Pasewang, namun nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal dunia di RSUD Lanto Daeng Pasewang. 

Kabid Humas Polda Sulsel, Dicky Sondani mengatakan, kasus penganiayaan tersebut diduga dipicu motif asmara. Daeng Kulle curiga Daeng Ngence menjalin hubungan asmara dengan istrinya.

Loading...
Loading...