Rabu, 24 Juli 2019 14:01 WITA

Ustaz yang Tumpahkan Miras di Bira Kumpulkan Tukang yang Bangun Gedung STIBA

Editor: Abu Asyraf
Ustaz yang Tumpahkan Miras di Bira Kumpulkan Tukang yang Bangun Gedung STIBA
Ustaz Ikhwan meminta tolong salah seorang tukang menyulutkan rokok untuk memotong tali pengikat sarung di kampus STIBA, Jumat pekan lalu.

RAKYATKU.COM - Masih ingat Ustaz Muhammad Ikhwan Djalil? Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel itu sempat bikin heboh saat menumpahkan miras di Pantai Bira, Bulukumba.

Selain gencar mengajak warga muslim untuk meninggalkan minuman keras atau minuman beralkohol, Ustaz Ikhwan--sapaannya--juga melakukan amar ma'ruf nahi munkar dalam bentuk yang lain.

Seperti yang dilakukan baru-baru ini di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar. Ketua Dewan Syuro Wahdah Islamiyah itu adalah ketua STIBA periode pertama.

Jumat pekan lalu, dia tiba-tiba datang membawa karung nilon berukuran paling besar. Ustaz yang hobi panahan dan berkuda itu datang ke gedung baru STIBA di kampus putri. Gedung itu sementara dalam pembangunan.

Lewat pimpinan proyek, Ustaz Ikhwan mengumpulkan seluruh tukang, termasuk yang perempuan. Dalam gedung yang dalam tahap perampungan itu, dia menasihatkan kepada para pekerja yang beragama Islam agar tidak meninggalkan salat.

Ustaz Ikhwan sempat bertanya, "Apa kebutuhan kita yang lebih penting dari makan dan minum pak?"

Salah seorang pekerja menjawab, "Salat."

"Luar biasa!" ujar Ustaz Ikhwan sambil menunjuk pekerja yang menjawab tersebut. "Dapat ki hadiah khusus," lanjutnya.

"Siapa yang menjawab salat?" tanya Ustaz Ikhwan lagi.

"Semua," koor pekerja yang berjumlah puluhan orang.

Loading...

"Semua? Kalau begitu semua dapat hadiah," lanjut Ustaz Ikhwan.

Ustaz yang Tumpahkan Miras di Bira Kumpulkan Tukang yang Bangun Gedung STIBA

Ketua STIBA Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta menyerahkan mukena kepada pekerja perempuan di gedung baru STIBA, Jumat pekan lalu.

Ustaz Ikhwan lalu mempersilakan Ketua STIBA Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta Lc MA PhD dan sejumlah petinggi STIBA, membagi-bagikan hadiah berupa sarung dan mukena kepada seluruh pekerja.

Kebetulan saat itu hari Jumat. Ustaz Ikhwan mengajak seluruh tukang untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Anas bin Malik, kompleks kampus STIBA. Sementara tukang perempuan salat zuhur.

Di sela-sela pembagian hadiah sarung dan mukena tersebut, Ustaz Ikhwan menyampaikan bahwa gedung tersebut nantinya akan menghasilkan dai-daiyah dan ulama yang akan berdakwah ke berbagai pelosok negeri.

Setiap kebaikan yang dilakukan para dai-daiyah tersebut, pahalanya juga akan mengalir kepada para tukang tersebut. Makanya, untuk menambah keberkahan gedung tersebut, para tukang juga diajak untuk tetap menjaga salat fardu secara berjemaah.

Beberapa tukang mengaku berasal dari Pulau Jawa. Beberapa di antaranya mengaku selama ini salatnya masih bolong-bolong. Namun, mereka berjanji untuk mulai rajin salat.

Loading...
Loading...