Rabu, 24 Juli 2019 11:32 WITA

Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak, Ternyata Ini yang Dilakukan Pemkab Gowa

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak, Ternyata Ini yang Dilakukan Pemkab Gowa
Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni menunjukkan trofi Kabupaten Layak Anak.

RAKYATKU.COM,GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dinilai mampu mewujudkan pemenuhan hak-hak anak secara berkelanjutan. 

Terbukti dengan kembali diraihnya penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). 

Penghargaan Gowa sebagai Kabupaten Layak Anak utamanya pada kategori pratama ini adalah yang kedua kalinya yakni, pada 2018 lalu di Surabaya, Jawa Timur dan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2019 di Four Points by Sheraton Makassar.

Penghargaan KLA 2019 ini diserahkan Menteri PPPA Yohana Susana Yembise dan diterima langsung Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni. 

Wabup Gowa mengatakan, pemerintah daerah telah berkomitmen agar perlindungan dan seluruh hak-hak anak dapat terpenuhi. Apalagi pihaknya mendorong bagaimana pemerataan pembangunan di Kabupaten Gowa dapat melibatkan peran dan hak anak.

"Anak adalah tongkat estafet dalam melanjutkan arah pembangunan untuk kemajuan daerah. Termasuk di Kabupaten Gowa," katanya, Rabu (24/7/2019).

Kepala Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Gowa Kawaidah Alham mengungkapkan, penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh SKPD di lingkup Pemkab Gowa. 

Loading...

Seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menyiapkan trotoar jalan yang ramah anak dan telah menyiapkan taman bermain ramah anak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yaitu memenuhi akta kelahiran anak, serta terus memaksimalkan pemenuhan anak memiliki Kartu Indentitas Anak (KIA). 

Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup yaitu mengajak dan melibatkan anak untuk tidak buang sampah sembarangan serta diberikan pelatihan agar bisa mendaur ulang sampah. 

Sementara Dinas PPPA Gowa bekerja sama Dinas Pendidikan mewujudkan program Sekolah Ramah Anak, membentuk fasilitator bullying, dan agen perubahan bulliying. Hal ini menjadi usulan prioritas anak pada musrenbang anak 2018 lalu dalam rangka meminimalkan terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkup sekolah. 

Hingga saat ini sekitar 31 sekolah di Gowa di tingkat SD dan SMP yang telah mendapat sertifikat dari Kemenristekdikti. 

"Ke depan kita akan berupaya agar kategori yang didapatkan dapat meningkatkan. Selain itu sinergitas kepada seluruh elemen masih kita harapkan untuk mewujudkan 2030 Indonesia mencapai negara layak anak," tegasnya.


 

Loading...
Loading...