Rabu, 24 Juli 2019 09:15 WITA

Akses Wawancara dengan Ma'ruf Amin Ditutup, Paspampres "Usir" Wartawan

Editor: Abu Asyraf
Akses Wawancara dengan Ma'ruf Amin Ditutup, Paspampres
KH Ma'ruf Amin

RAKYATKU.COM - Ada yang tidak biasa pada KH Ma'ruf Amin pasca ditetapkan sebagai wakil presiden terpilih. Dia mulai sulit diwawancara oleh wartawan. Ada apa?

Setidaknya kondisi itu sudah terjadi dua kali. Pada Selasa (23/7/2019), Ma'ruf Amin memimpin rapat di kantor Majelis Ulama Indonesia, Jalan Proklamasi, Jakarta. Dia datang sejak pukul 11.00 WIB. Agenda rapat yang bersifat tertutup ini dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB.

Wartawan mencoba memanfaatkan jeda waktu yang panjang itu untuk wawancara seperti biasa. Ternyata, Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) menghalangi wartawan masuk gedung MUI.

Salah satu anggota paspampres menyebut Ma'ruf tidak berkenan diwawancara terkait isu apapun hari ini. Dia menyebut, larangan wawancara itu berdasarkan permintaan salah satu asisten Ma'ruf Amin. 

"Abah (panggilan Ma'ruf Amin), tidak berkenan untuk wawancara, ini perintah atasan," kata anggota paspampres itu seperti dikutip dari CNN Indonesia. 

Anggota paspampres itu bahkan 'mengusir wartawan yang duduk di ruang tunggu kantor MUI. Mereka meminta area tersebut steril dari wartawan sampai Ma'ruf selesai rapat. Wartawan yang menunggu di areal parkir pun masih dianggap menghalangi akses keluar dan masuk kendaraan. 

Sebelumnya, paspampres juga menghalangi wartawan saat mewawancarai Ma'ruf Amin saat menghadiri undangan Kelompok Masyarakat Maritim (Komari) di Hotel Grand Sahid Jaya. Paspampres meminta wartawan tidak bertanya kepada Ma'ruf.

Loading...

Ma'ruf yang hendak melayani wartawan, akhirnya pergi sebelum sesi wawancara berakhir. Anehnya, seorang anggota paspampres sempat meminta foto dan video yang memuat wajah Ma'ruf bersama wajah para wartawan yang melakukan wawancara.

"Jadi nanti ketahuan siapa yang nulis berita. Ini wajahnya seperti ini," kata paspampres itu.

Dikutip dari CNN Indonesia, Komandan Paspampres Mayor Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan tak ada upaya menghalangi wartawan dari personel yang bertugas.

Menurutnya, jika memang Ma'ruf bersedia diwawancara wartawan, paspampres pasti tak akan menghalangi. "Kami petunjuk dari beliau. Kalau beliau berkenan tidak mungkin kami halangi," katanya.

Maruli mengatakan ada kesalahan komunikasi yang terjadi.

"Miss komunikasi saja, saya sudah bilang Dan Satgas (Komandan Satuan tugas) supaya menjelaskan kembali dan evaluasi," kata Maruli.

Loading...
Loading...