Selasa, 23 Juli 2019 11:41 WITA

Polisi Militer Lantamal V Bekuk Prajurit Disertir

Editor: Aswad Syam
Polisi Militer Lantamal V Bekuk Prajurit Disertir
Kopda TS (duduk), saat diinterogasi.

RAKYATKU.COM, SURABAYA - Kota Surabaya merupakan akhir dari riwayat rute pelarian prajurit disertir, Kopda TS. Sebelumnya, pada Ferbruari 2016 silam, yang bersangkutan melarikan diri dari kedinasan di Lantamal XI Merauke, lalu bersembunyi di sekitar Girilaya selama beberapa lama. Kemudian melanjutkan pelarian ke Kemlaten Surabaya pada Januari 2019.

Selasa, 23 Juli 2019, sekira pukul 08.45 WIB, Polisi Militer Lantamal V, berhasil meringkus Kopda TS di sebuah rumah di Jl Kemlaten, Gang 10 No. 78A Surabaya.

Penangkapan dilaksanakan tanpa adanya perlawanan dan berlangsung efektif serta efisien.

Seperti keterangan tertulis yang dikirim Dispen Lantamal V Kadispen Kapten Laut (E) Kusnan kepada Rakyatku.com, informasi mengenai keberadaan disertir di area tersebut, didapatkan setelah koordinasi melekat yang dilakukan antara tim Polisi Militer Lantamal V dengan perangkat RT setempat. 

Penelusuran posisi disertir ini dilakukan secara kontinyu, dengan mengoptimalkan jaringan informasi yang ada. 

Setelah pada sehari sebelumnya 22 Juli 2019 sekira pukul 23.30 WIB didapatkan konfirmasi A1 bahwa posisi terakhir Kopda TS berada di alamat tersebut, Komandan Polisi Militer Lantamal V memerintahkan Kadislidpam dan tim Lidpam Polisi Militer Lantamal V, untuk terus memantau pergerakan yang bersangkutan, untuk selanjutnya mengamankan disertir tersebut.

Loading...

Komandan Polisi Militer Lantamal V Kolonel Laut (PM) Joko Tri Suhartono, saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, Kopda TS merupakan personel militer yang telah disersi dari satuannya sejak Februari 2016.

Yang bersangkutan dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dalam masa damai lebih lama dari 30 hari. 

Saat ini yang bersangkutan telah diamankan di Polisi Militer Lantamal V untuk menjalani proses selanjutnya.

Pada saat Kopda TS ditangkap, diamankan pula beberapa barang bukti yaitu berupa KTA dan NPWP.

Lebih lanjut Joko-sapaan akrabnya, saat ditemui awak media di kantornya, mengatakan, pencarian dan pengejaran terhadap pelaku tindak pidana terutama disertir, akan terus dilakukan untuk meminimalisir adanya oknum yang akan merusak nama baik TNI AL di masyarakat.

Loading...
Loading...