Selasa, 23 Juli 2019 09:14 WITA

Hasil Investigasi Soal Dugaan Ijazah Palsu, Bawaslu Barru: "Tidak Terbukti!"

Penulis: Achmad Afandy
Editor: Aswad Syam
Hasil Investigasi Soal Dugaan Ijazah Palsu, Bawaslu Barru:
Ketua Bawaslu Barru, Nur Alim

RAKYATKU.COM, BARRU - Ketua Bawaslu Barru, Nur Alim membeberkan hasil investigasinya soal laporan dugaan Caleg DPRD terpilih (sekarang sudah ditetapkan) memakai ijazah palsu. Hasilnya, rupanya dugaan itu tidak terbukti.

"Sudah kami telusuri ke kampus-kampus oknum caleg terpilih yang dilaporkan itu. Hasilnya, pihak kampus mengakui bahwa benar yang bersangkutan adalah mahasiswanya dulu. Ijazah mereka itu adalah asli dikeluarkan pihak kampus masing-masing. Dan ditandatangani Rektor," kata Nur Alim ketika berbincang dengan Rakyatku.com usai acara penetapan Caleg DPRD terpilih di Hotel Youtefa, Senin malam (23/7/2019).

Untuk memperkuat pernyataan itu, Bawaslu meminta surat pengakuan yang ditandatangani oleh Rektor atau Ketua masing-masing kampus, sebagai bentuk pertanggungjawaban.

"Kami minta lagi pengakuan itu secara tertulis. Setelah kita dapatkan, kami nyatakan proses penyelidikan Bawaslu dihentikan," ujarnya.

Nur Alim juga membeberkan, bahwa saat bertemu pihak kampus yang berstatus swasta, pihaknya sempat menanyakan soal adanya perbedaan data identitas ijazah dengan hasil yang tertera di LLDikti seperti yang dilaporkan oleh Gerakan Revolusi Aktifis Makassar.

Loading...

"Pihak kampus bilang itu kesalahan mereka pada saat penginputan data," terang Nur Alim.

Sebelumnya, laporan dugaan ijazah palsu yang dipakai oknum caleg terpilih tersebut masuk ke Bawaslu Barru pada tanggal 22 Juni 2019. Pelapor, kata Bawaslu, yaitu Gerakan Revolusi Aktifis Makassar. Mereka melaporkan 13 oknum Caleg terpilih.

"Tapi sayangnya, waktu kita undang ke kantor Bawaslu Barru untuk dimintai keterangan, pelapor ini tidak pernah datang. Bahkan kita sempat cari kantornya, LSM ini tidak punya kantor," tandas Nur Alim.

Loading...
Loading...