Senin, 22 Juli 2019 17:45 WITA

Guru Honorer Ikut Ditahan, Murid-murid Berdemonstrasi: "Kembalikan Guru Kami"

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Guru Honorer Ikut Ditahan, Murid-murid Berdemonstrasi:
Sejumlah murid dan siswa, berdemonstrasi menuntut gurunya dibebaskan.

RAKYATKU.COM, GOWA - Enam warga Dusun Matteko, kini berstatus terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa. Salah satu di antaranya bernama M Nasir, yang merupakan salah satu tenaga pengajar di MTs Matteko dan operator di MIS Matteko.

M Natsir yang kini masih akan terus menjalani persidangan, tentu akan berdampak buruk terhadap sekolah tempat ia bertugas, sebagai tenaga honorer. 

Proses belajar mengajar di kedua sekolah tersebut pun, akhirnya terkendala sejak M Nasir menjalani masa persidangan hingga akhirnya para siswa dan Aliansi Matteko Menjemput Keadilan (AMMK), terpaksa turun ke jalan untuk membebaskan M Nasir.

Dalam aksi tersebut, juga dilakukan oleh sejumlah anak Sekolah Dasar (SD) yang mengenakan baju sekolah sambil membawa selembar kardus panjang, yang bertulisan "Kembalikan Guru Kami."

Koordinator Lapangan AMMK Firdaus Daeng Bani mengatakan, penangkapan dan penahanan keenam warga Matteko selama tujuh bulan memberikan efek buruk terhadap kehidupan masyarakat, juga pendidikan di Desa Erlembang, karena salah satu operator sekolah ditahan.

"Ada salah satu guru honorer kami yang ditahan kemudian sekolah swasta yang kami rintis sendiri bukan dari fasilitas pemerintah, yang seharusnya apa yang kami lakukan didukung. Malah menahan satu-satunya guru kami," katanya kepada media, Senin (22/7/2019).

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa Amran S Herman mengatakan, kasus tersebut kini dalam tahap persidangan dan jadwal persidangan tetap akan dilakukan.

Loading...

"Perkembangannya saat ini sudah masuk di tahap tuntutan besok," singkat Amran kepada media di PN Sungguminasa.

Sebelumnya, enam warga itu berstatus terdakwa dalam kasus penebangan hutan lindung. Mereka yakni Nurdin Tinri, Dahlan, Abdul Latif, M Nasir, Saddam, dan Nurdi Sako. 

Aliansi Matteko Menjemput Keadilan (AMMK) yang mendampingi warga membenarkan bahwa enam terdakwa tersebut melakukan penebangan pohon pinus. Namun, hanya bermaksud menyingkirkannya karena menghalangi arus listrik menuju Dusun Matteko dan membahayakan pengendara yang melintas.

Koordinator Lapangan AMMK, Firdaus Daeng Bani mengatakan, keenam terdakwa ditahan sejak tujuh bulan yang lalu. 

"Pohon yang ditebang itu memang pohon yang sudah mati dan miring ke jalan sehingga membahayakan pengendara yang melintas dan itu kami lakukan dalam aksi kerja bakti pada saat itu. Jadi kami menuntut untuk membebaskan keenam orang warga Matteko tersebut. Setop kriminalisasi terhadap masyarakat adat dan tegakkan keadilan yang memihak kepada masyarakat adat," ungkapnya dalam aksi yang dilakukan di depan kantor PN Sunggumimasa.

Loading...
Loading...