Senin, 22 Juli 2019 16:52 WITA

Tujuh Bulan Warga Ditahan karena Kerja Bakti, Pernyataan Humas PN Sungguminasa Menenangkan

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Tujuh Bulan Warga Ditahan karena Kerja Bakti, Pernyataan Humas PN Sungguminasa Menenangkan
Warga Dusun Matteko, Desa Ere Lembang, Kecamatan Tombolo Pao kembali berunjuk rasa ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Senin (22/7/2019).

RAKYATKU.COM,GOWA - Warga Dusun Matteko, Desa Ere Lembang, Kecamatan Tombolo Pao kembali berunjuk rasa ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa, Senin (22/7/2019).

Mereka menuntut agar enam warga Matteko dibebaskan. Enam warga itu berstatus terdakwa dalam kasus penebangan hutan lindung. Mereka yakni Nurdin Tinri, Dahlan, Abdul Latif, M Nasir, Saddam, dan Nurdi Sako. 

Aliansi Matteko Menjemput Keadilan (AMMK) yang mendampingi warga membenarkan bahwa enam terdakwa tersebut melakukan penebangan pohon pinus. Namun, hanya bermaksud menyingkirkannya karena menghalangi arus listrik menuju Dusun Matteko dan membahayakan pengendara yang melintas.

Koordinator Lapangan AMMK, Firdaus Daeng Bani mengatakan, keenam terdakwa ditahan sejak tujuh bulan yang lalu. 

"Pohon yang ditebang itu memang pohon yang sudah mati dan miring ke jalan sehingga membahayakan pengendara yang melintas dan itu kami lakukan dalam aksi kerja bakti pada saat itu. Jadi kami menuntut untuk membebaskan keenam orang warga Matteko tersebut. Setop kriminalisasi terhadap masyarakat adat dan tegakkan keadilan yang memihak kepada masyarakat adat," ungkapnya dalam aksi yang dilakukan di depan kantor PN Sunggumimasa.

Loading...

Humas PN Sungguminasa, Amran S Herman mengatakan, melihat dari dakwaan, para terdakwa memang sedang melakukan kerja bakti karena ada pohon yang tumbang dan mengenai salah satu tiang listrik. 

"Pohon itu masuk dalam kawasan hutan karena pohon tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan para terdakwa memang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Menurut data dari Kehutanan, itu memang masuk dalam hutan milik negara," katanya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Muhammad Rivai menanggapi bahwa apa yang dilakukan Polres Gowa sudah sesuai prosedur. Pihaknya sudah menurunkan saksi ahli dalam penyelidikan tersebut.

"Kita sudah selidiki baik-baik. Sekarang kasusnya sudah sidang," jelasnya beberapa waktu lalu.

Loading...
Loading...