Senin, 22 Juli 2019 16:39 WITA

Mahasiswa Disabilitas Keluhkan Dosen yang Tak Bisa Bahasa Isyarat, Dekan FIP UNM Bilang Begini

Penulis: Deni Indrawan
Editor: Abu Asyraf
Mahasiswa Disabilitas Keluhkan Dosen yang Tak Bisa Bahasa Isyarat, Dekan FIP UNM Bilang Begini
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, Abdul Saman.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, Abdul Saman angkat bicara soal keluhan mahasiswa penyandang disabilitas di Prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Mahasiswa tersebut mengaku kesulitan mengikuti proses perkuliahan karena dosennya tidak tahu menggunakan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo).

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, Abdul Saman mengaku serba salah. Dia bilang, prodi PLB seharusnya tidak menerima mahasisa penyandang disabilitas. 

Namun, kata dia, kurikulum justru menganjurkan menerima penyandang disabilitas pada penerimaan mahasiswa baru.

"Kita juga serba salah, seyogyanya kita tidak menerima mahasiswa bekebutuhan khusus karena kita mau mencetak guru untuk orang berkebutuhan khusus. Tapi dalam kurikulum menganjurkan untuk tetap mengakomodir orang berkebutuhan khusus. Sehingga kita tidak dianggap diskrimatif," kata Saman kepada Rakyatku.com melalui sambungan telepon, Senin (22/7/2019).

Loading...

Meski begitu, Abdul Saman menegaskan pihaknya tidak pernah menutup kesempatan bagi penyandang disablitas. Bahkan katanya, hampir semua jurusan menerima penyandang disabilitas saat penerimaan mahasiswa baru.

"Kita tidak pernah menutup kesempatan bagi orang disabilitas, bahkan di jurusan lain kita menerima. Tapi mereka dituntut mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada," bebernya.

Dia lalu menjelaskan terkhusus di Prodi PLB UNM, mahasiswa mulai dari semester satu hingga semester enam mata kuliahnya bersifat umum. Sehingga kata dia, mahasiswa tidak berhadapan dengan dosen yang memiliki kemampuan khusus seperti berbahasa isyarat.

"Memang di PLB UNM tidak ada dosen yang tahu bahasa isyarat mulai dari semester satu sampai lima. Karena di PLB nanti semester enam atau tujuh baru mahasiswa kita pengkhususan atau memilih spesifikasi sesuai yang diinginkan. Barulah mereka mendapatkan dosen yang memiliki kemampuan khusus seperti bahasa isyarat," pungkasnya.

Loading...
Loading...