Minggu, 21 Juli 2019 18:33 WITA

Helikopter yang Bawa Istri Pangeran Inggris, Nyaris Tabrak Pesawat Layang

Editor: Aswad Syam
Helikopter yang Bawa Istri Pangeran Inggris, Nyaris Tabrak Pesawat Layang
Helikopter AgustaWestland AW109 saat mendarat dengan membawa Putri Sophie Helen yang dipayungi pengawal.

RAKYATKU.COM, INGGRIS - Helikopter AgustaWestland AW109, sedang terbang. Di dalamnya, ada Putri Sophie Helen, istri Pangeran Edward yang berjuluk Countess of Wessex.

Saat itu, ketinggian 4.400 kaki. Sang putri tengah menyaksikan demonstrasi pertanian di Overbury.

Tiba-tiba, pilot melihat sebuah pesawat layang mendekat. Pilot langsung bereaksi cepat. Helikopter AgustaWestland AW109, yang dijuluki Heir Force One, yang terbang dengan kecepatan 173 mph, dipaksa berbelok darurat untuk menjauhi glider dari jarak 500 meter.

Pengungkapan itu terjadi seminggu setelah The Mail pada hari Minggu, menceritakan bagaimana Duchess of Cornwall hanya beberapa detik dari bencana, ketika helikopternya mengalami dua kecelakaan yang nyaris terjadi dengan sebuah pesawat yang membawa penerjun payung dan kemudian sebuah pesawat layang hanya 45 menit kemudian.

Helikopter yang Bawa Istri Pangeran Inggris, Nyaris Tabrak Pesawat Layang

Putri Sophie Helen

Sebuah laporan oleh Dewan Airprox Inggris mengungkapkan, bahwa Countess of Wessex - istri Pangeran Edward Sophie - memiliki ketakutan yang sama setelah melakukan keterlibatan publik di Worcestershire.

Loading...

Laporan itu mengatakan: "Pilot AW109 mengambil tindakan menghindari dengan berbelok ke kiri untuk menghindari tabrakan.

"Dia mencatat bahwa seandainya mereka mempertahankan jalur, risiko tabrakan akan tinggi." 

Laporan itu menambahkan, tidak mungkin pilot glider melihat helikopter itu sampai helikopter itu lewat.

Pengontrol lalu lintas udara di RAF Brize Norton, tidak memperingatkan pilot helikopter tentang keberadaan pesawat layang.

Laporan itu mendapati, pilot helikopter dan peluncur, yang tidak pernah diidentifikasi, berbagi tanggung jawab yang sama ... untuk tidak beroperasi dalam jarak yang begitu dekat dengan pesawat lain untuk menciptakan bahaya tabrakan.

Loading...
Loading...