Minggu, 21 Juli 2019 18:16 WITA

Istri Tolak Rujuk, Suami Bunuh Istri Pakai Air Keras

Editor: Aswad Syam
Istri Tolak Rujuk, Suami Bunuh Istri Pakai Air Keras
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, SUMSEL - Sabtu, 20 Juli 2019, sekitar pukul 00.30 WIB, Teguh (24), dibekuk Polsek Penukal Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, di tempat persembunyiannya, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Sudah enam bulan Teguh buron. Itu setelah dia membunuh istrinya, Ema Malyani (24) dengan air keras, cuka para.

Hari itu, Jumat (4/1/2019) sekira Pukul 04.00 WIB di kediaman orang tua Ema, Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI, Teguh merayu istrinya itu agar rujuk kembali dan pulang ke rumah.

"Ayo dek kita pulang ke rumah," ajaknya.

Namun, Ema sudah tidak mau. "Sudah bang, kayaknya hubungan kita cukup sampai di sini," ungkapnya.

Jengkel mendengar jawaban Ema, Teguh mengambil air keras lalu menyiramkan secara diam-diam ke tubuh korban menggunakan ember. Usai itu, Teguh melarikan diri.

Sekujur tubuh Ema mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah pulang dari rumah sakit, Ema meninggal dunia.

Loading...

Selama enam bulan dalam pelarian, Teguh mengaku dihantui rasa bersalah. 

Namun, ia memilih bersembunyi usai melakukan aksi siram cuka para kepada istrinya, karena takut ditangkap polisi.

Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Penukal Abab PALI, Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus mengatakan, pelaku Teguh tega menyiramkan cuka para lantaran istrinya Ema tidak mau diajak rujuk dan pulang ke rumah.

"Pelaku (Teguh) ini kesal karena korban tidak mau diajak pulang kerumah. Sehingga pelaku melakukan pengintaian dirumah korban dan menyiram dengan cuka parah saat korban akan keluar rumah waktu Subuh," ungkap Kapolsek Iptu Alpian, Minggu (21/7/2019) sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Atas ulahnya, Teguh dikenakan pasal 340 KUHP, sub 338 KUHP dan sub pasal 351 (3) KUHP Tindak Pidana pembunuhan berencana atau Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Loading...
Loading...