Minggu, 21 Juli 2019 17:32 WITA

Jokowi Resmi Bentuk Koopssus TNI, Segini Anggarannya dalam APBN 2019

Editor: Abu Asyraf
Jokowi Resmi Bentuk Koopssus TNI, Segini Anggarannya dalam APBN 2019
Presiden Jokowi dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukan lagi satu-satunya pasukan elite TNI. Presiden Joko Widodo alias Jokowi baru saja membentuk Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI.

Organ baru ini menggabungkan tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Tugasnya tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang susunan organisasi TNI yang diundangkan pada 8 Juli 2019.

Pada pasal 46B ayat (1) disebutkan bahwa Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Dalam Perpres, pertimbangan Jokowi terkait pembentukan Koopssus TNI adalah dalam rangka menghadapi ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi Negara, kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa Indonesia.

Koopssus TNI dipimpin oleh Dankoopssus yang berkedudukan di bawah serta bertanggung jawab kepada panglima TNI. Adapun Dankoopssus TNI dijabat pejabat tinggi bintang dua. Dankoopssus bertanggung jawab kepada panglima TNI.

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kasum TNI. Dankoopssus TNI dibantu oleh Wakil Komandan Koopssus TNI disebut Wadankoopssus TNI.

Loading...

Dalam struktur organisasi TNI, Koopssus TNI tergabung ke dalam badan pelaksana pusat. Di badan pelaksana pusat TNI terdapat pula Polisi Militer (POM) TNI, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Pusat Penerangan (Puspen) TNI, hingga Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). 

Pada APBN 2019, Koopssus TNI mendapat alokasi anggaran Rp1,5 triliun. Dana itu untuk pembangunan sarana dan prasarana, pembelian material khusus, senjata, dan lainnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerinci bahwa anggaran sebesar Rp1,5 triliun itu lebih banyak untuk pembangunan infrastruktur Komando Pasukan Khusus TNI dan melengkapi material khusus pasukan. 

Menurut dia, material khusus tersebut diperlukan karena Komando Pasukan Khusus TNI merupakan pasukan khusus sehingga perlu material khusus dalam melakukan operasi.

"Jaringan Komando Pasukan Khusus TNI ada, nanti didesain untuk perkantoran dan deteksi posisi terduga," ujarnya.
 

Loading...
Loading...