Minggu, 21 Juli 2019 16:27 WITA

Detik-detik Pasukan Bertopeng Iran Serbu Kapal Tanker Inggris

Editor: Aswad Syam
Detik-detik Pasukan Bertopeng Iran Serbu Kapal Tanker Inggris
Detik-detik pasukan Iran serbu kapal tanker Inggris.

RAKYATKU.COM, IRAN - Pengawal Revolusi Iran, mengklaim Inggris mengirim dua helikopter untuk mengolok-olok pasukan Iran, ketika mereka menangkap kapal tanker itu.

Sebuah video yang baru dirilis menunjukkan, saat pasukan komando Iran turun ke dek kapal tanker Inggris yang disita. 

Rekaman itu, dirilis oleh kantor berita Iran, menunjukkan orang-orang berpakaian balaclava (topeng hitam) turun dari helikopter untuk merebut kapal tanker itu. 

Stena Impero yang berbendera Inggris, yang tidak membawa muatan, tetap berada di tangan Iran. 

Iran mengklaim, bahwa Inggris mengirim dua helikopter untuk mengolok-olok pasukan Iran, ketika mereka menangkap kapal tanker itu.

Meskipun 'perlawanan dan campur tangan' dari kapal perang Inggris, Pengawal Revolusi mampu membawa Stena Impero ke pantai. Demikian diungkap Ramezan Sharif, seorang juru bicara Garda Revolusi Iran. 

Inggris menyebut, penyitaan sebagai 'tindakan bermusuhan'. 

Awak kapal Stena Impero yang disita adalah warga negara India, Rusia, Latvia dan Filipina, kata Stena. 

Loading...

Iran mengklaim, kapal tanker itu melanggar peraturan maritim di Selat Hormuz dan mengalami kecelakaan dengan kapal nelayan Iran. 

Tuduhan itu telah dibantah oleh Inggris. Kapal tanker itu ditahan di pelabuhan Iran di Bandar Abbas untuk diselidiki. 

Pemerintah Inggris telah memperingatkan 'konsekuensi serius' setelah Iran merebut kapal tanker minyak Inggris di Teluk. 

Sekretaris luar negeri Jeremy Hunt mengatakan, kejadian itu 'benar-benar tidak dapat diterima' dan 'kebebasan navigasi harus dijaga.' 

"Kami benar-benar jelas, bahwa jika situasi ini tidak diselesaikan dengan cepat, akan ada konsekuensi serius," ungkapnya.

“Kami tidak melihat opsi militer. Kami mencari cara diplomatik untuk menyelesaikan situasi ini, tetapi kami sangat jelas bahwa ini harus diselesaikan," lanjutnya.

Selat Hormuz antara Iran dan semenanjung Arab, adalah satu-satunya jalan keluar untuk ekspor sebagian besar minyak Timur Tengah. 

Penyitaan tanker membuat harga minyak naik tajam.

Loading...
Loading...