Senin, 22 Juli 2019 08:00 WITA

Rahasia di Balik Madu yang Tidak Basi

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Rahasia di Balik Madu yang Tidak Basi
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Siapa yang suka madu? Selain rasanya manis dan nikmat dicampurkan ke berbagai makanan, madu juga sehat.

Ditambah lagi, madu dikenal awet dan bisa kedaluwarsa, Kok bisa madu tidak kedaluwarsa?

Seorang guru kimia asal Inggris, Andy Brunning, mencari tahu apa rahasia kandungan madu yang bisa membuatnya tidak basi.

Menurut beliau, ada dua faktor yang memengaruhi kemampuan madu untuk tidak menjadi basi, teman-teman.

Dua rahasia kandungan madu yang membuatnya tidak basi ini adalah kelembapan yang rendah dan tingkat keasaman madu.

Proses Lebah Membuat Madu

Madu berasal dari nektar bunga yang masih mentah. Di dalam nektar itu, ada kandungan air yang tinggi.

Supaya air bisa dikeluarkan, lebah harus bekerja keras melakukan dua proses panjang di sarangnya.

Mencampur Nektar dengan Enzim

Ketika lebah pekerja kembali ke sarang, ia akan memuntahkan cairan nektar dan memberikannya ke lebah rumah tangga yang tinggal di sarang.

Lebah rumah tangga akan melanjutkan proses proses yang sudah dimulai oleh lebah pekerja.

Kurang lebih, selama 20 menit lebah itu akan memuntahkan dan meminum kembali cairan nektar. Ini gunanya untuk menampur nektar dengan enzim.

Loading...

Saat cairan nektar sudah sesuai, lebah rumah tangga akan menaruh nektar di sarang madu (honeycomb) yang ada di sarang lebah.

Mengeluarkan Air dari Nektar

Saat diletakkan di sarang madu, nektar mengandung sekitar 70 persen air. Air ini harus menguap supaya bisa menciptakan madu yang kental.

Nah, lebah madu rupanya membuat nektar menjadi madu yang kental dengan cara mengipasi bagian sarang madu dengan sayapnya.

Gerakan sayap lebah madu ini akan membantu penguapan air dari dalam nektar secara lebih cepat.

Berkat kerja keras para lebah, kandungan air di dalam nektar bisa berkurang dan menjadi cairan madu yang kental hanya dalam waktu satu sampai tiga hari saja.

Tingkat Keasaman Madu

Menurut Andy Brunning seperti dilansir laman Bobo, madu memiliki kandungan asam yang lebih tinggi dibandingkan nektar mentah yang belum diolah.

Ini karena dalam proses dibuat menjadi madu, nektar bereaksi dengan berbagai asam.

Asam yang paling dominan adalah asam glukonat yang diproduksi ketika nektar berinteraksi dengan enzim dari lebah rumah tangga.


 

Tags
Loading...
Loading...