Sabtu, 20 Juli 2019 01:00 WITA

Terbongkar, Staf BKD Sulsel Ungkap Misteri SK 193 Pejabat di Ruangan 4x4

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
Terbongkar, Staf BKD Sulsel Ungkap Misteri SK 193 Pejabat di Ruangan 4x4
Pansus Angket DPRD Sulsel memeriksa staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Reza, Jumat malam (19/7/2019). 

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pansus Hak Angket sudah memeriksa staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Reza, Jumat malam (19/7/2019). 

Dalam pemeriksaan ini, ada satu nama yang paling sering disebut Reza, soal terbitnya SK 193 pejabat lingkup Pemprov Sulsel, yang dilantik akhir April lalu. Nama itu adalah Bustanul. Katanya, punya peran cukup sentral dalam terbitnya SK tersebut. 

Bustanul kini menjabat sebagai kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendapatan Samsat Wilayah Makassar 1. Sebelum menduduki jabatan ini, Bustanul merupakan staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel. 

Bustanul pernah satu ruangan dengan Reza di salah satu sub bidang BKD Sulsel, sebelum SK 193 pejabat itu terbit. Bustanul merupakan pegawai pindahan dari Pemkab Bantaeng. Bustanul inilah, yang dalam pengakuan Reza, paling sering disebut dalam pemeriksaan Pansus Hak Angket malam ini. 

Pada 28 April 2019. Reza dan Bustanul bertemu di lantai tiga Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo. Malam-malam. Bakda magrib. 

"Pak Bustanul yang panggil," kata Reza menjawab pertanyaan Ketua Pansus Hak Angket, Kadir Halid, soal siapa yang ajak Reza ke tempat itu. 

Reza agak lupa, kapan tepatnya ia diajak Bustanul ke Kantor Gubernur Sulsel, yang jelas, dia dihubungi lewat telepon seluler. 

"Apa maksudnya datang?" tanya Kadir Halid lagi. 

"Menyusun SK. Menyusun nama-nama SK pengangkatan dalam jabatan. SK pejabat," jawab Reza. 

Reza datang, membawa ransel. Ada laptop di dalamnya. Reza datang duluan. Menyusul Bustanul, 15 menit kemudian. 

Reza masuk di ruangan yang ukurannya kira-kira cuma 4x4 meter. Ini "ruangan" dalam ruangan. Pintunya tidak terkunci. Memang, kata Reza, ia memperkirakan ada tiga ruangan kecil dalam ruangan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) itu. 

"(Datang lagi) tiga orang. Bersamaan semua. Renra, Toteng, Rusdi," lanjut Reza. 

Mereka berlima, mulai membicarakan soal SK 193 pejabat itu. Namun ternyata, nama-nama yang ada di SK itu, sebelumnya sudah ada di dalam laptop yang dibawa Reza. 

File nama-nama itu diberikan Bustanul. Reza lupa, kapan ia menerima nama-nama itu dari Bustanul. Seingat dia, saat hari kerja. 

Dalam ruangan 4x4 itu, mereka mulai menyusun nama-nama yang akan dimasukkan dalam SK dan akan dilantik keesokan harinya. 

Giliran Wakil Ketua Pansus, Selle KS Dalle yang bertanya. Ia mengawali, dengan bertanya kepada Reza, apakah sebelum ada SK itu, sudah kenal dengan Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Reza menjawab, tidak. Bertemu dengan Sudirman pun, tidak. 

Reza mengaku hanya sering berkomunikasi dengan Bustanul soal SK 193 ini. Tidak ada yang lain.

Bahkan pengakuan Reza, soal "otak-atik" pejabat dalam SK itu, atas perintah Bustanul. Tugas Reza, hanya mengetik saja di laptop. 

Loading...

Kata dia, sebenarnya, nama yang diterima Bustanul itu bukan 193. Jumlah 193 pejabat itu, hasil akhir saat digodok bareng malam itu. 

"Sebelum ada SK Pak Gub yang 79, kemudian menyusul (nama-nama) yang diberikan Pak Bustanul. Itu yang berkembang," kata Reza melanjutkan. 

Terbongkar, Staf BKD Sulsel Ungkap Misteri SK 193 Pejabat di Ruangan 4x4

Selle meminta Reza, menceritakan bagaimana awalnya memulai memasukkan nama pejabat dan jabatannya. 

"Sebelumnya sudah ada sistem yang kami bangun. Tinggal memasukkan jabatan yang lowong dan kosong. Tinggal diinput di ruangan 4x4 itu," ujarnya. 

Malam itu, kata Reza, di ruangan 4x4, ada kursi, meja, sofa, dan layar proyektor. Renra, Toteng, dan Rusdi duduk di sofa. Reza di meja, didampingi sama Bustanul. 

Yang memerintahkan agar nama Wagub Sulsel yang bertanda tangan di SK itu, juga Bustanul. Reza, tinggal mengetik. Ikut perintah Bustanul. 

Kepala BKD Sulsel, Asri Sahrun juga datang malam itu. Tapi agak tengah malam. Reza mengaku datang tanpa sepengetahuan bosnya, Asri. Reza kemudian menyapa Asri, yang baru datang. 

Menyusun SK itu, kata dia, cukup lama. Dia baru selesai mengetik, sampai sekitar jam 03.00 subuh. Reza dan Bustanul, lalu tidur berdua di ruangan 4x4 itu. 

"Pada saat saya bangun, (Bustanul) saya lihat sudah tidak ada. Saya beres-beres masuk kantor. Jam 09.00 saya print di BKD. Jam 10.00 (Bustanul) bawa SK ke Pak Wagub," terangnya.

Giliran anggota Pansus Hak Angket DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga yang bertanya. Pertama-tama, ia mau tahu soal proses pindahnya Bustanul ke Pemprov Sulsel dari Bantaeng. 

"Bustanul dari Bantaeng. Dia masuk tidak menduduki jabatan. Staf biasa," kata Reza. 

"Hebat si Bustanul ini. Bustanul ini top. Berarti perannya luar biasa," tegas legislator Golkar Sulsel ini. 

Dari situ juga terungkap, ternyata Bustanul yang menentukan sendiri jabatannya sebagai kepala UPT Pendapatan Samsat Wilayah Makassar 1. Ia ikut dilantik Wagub Sulsel bersama 192 pejabat lainnya. 

Termasuk Reza sendiri, yang direkomendasikan Bustanul sebagai Analis Pengembangan SDM Aparatur BKD Sulsel. 

"Yang merekomendasikan (Bustanul) nama saya di situ. Tidak ada nama lain yang diusulkan," pungkasnya.


 

Loading...
Loading...