Sabtu, 20 Juli 2019 00:01 WITA

MA Sebut Bikin Malu, Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Resmi Ditahan

Editor: Abu Asyraf
MA Sebut Bikin Malu, Pengacara Tomy Winata yang Pukul Hakim Resmi Ditahan
Aksi Desrizal Chaniago yang terpantau kamera.

RAKYATKU.COM - Mahkamah Agung (MA) turut angkat bicara terkait penyerangan yang dilakukan Desrizal Chaniago terhadap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Pengacara Tomy Winata itu dianggap telah memalukan pengadilan. "Ini tidak bisa dibiarkan. Harus dilapor ke polisi agar insiden memalukan seperti itu tidak terulang kembali di kemudian hari," kata juru bicara MA, Andi Samson Nganro, Jumat (19/7/2019).

Pemukulan terhadap hakim PN Jakpus terjadi di persidangan pembacaan putusan perkara perdata yang melibatkan Tomy Winata melawan PT GWP selalu tergugat. 

Peristiwa itu terjadi ketika majelis hakim tengah membacakan amar putusan. Namun, setelah beberapa pertimbangan dibacakan dan akan masuk ke bagian keputusan, Desrizal berdiri dari kursinya.

Ia melangkah ke depan meja majelis hakim, lalu melepas ikat pinggang dari celana. Tali ikat pinggang itulah yang kemudian digunakan Desrizal untuk menyerang anggota majelis hakim. 

Ketua Umum PP Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi), Suhadi mengatakan penyerangan tersebut merupakan tindak pidana dan pelanggaran etika profesi advokat.

"Tindakan yang dilakukan oleh pengacara tersebut merupakan tindak pidana dan melanggar etika profesi advokat yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pengacara tersebut," ujar Suhadi di Gedung MA, Jakarta.

Sementara Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, Desrizal telah ditahan hingga 20 hari ke depan.

Desrizal ditahan setelah polisi melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam. Polisi juga telah melakukan gelar perkara dan memutuskan untuk menahan Desrizal.

"Ini kan 1x24 jam kita lakukan pemeriksaan, kemudian pengumpulan bukti-bukti dan visum kemudian dilakukan gelar perkara," imbuhnya

Desrizal ditetapkan sebagai tersangka pemukulan terhadap dua orang hakim di PN Jakarta Pusat. Desrizal dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP dan Pasal 212 KUHP.

Loading...
Loading...

Berita Terkait