Jumat, 19 Juli 2019 16:37 WITA

Dialog Kepemudaan, "Edd...Pusingku Pikir ADD dan DD"

Penulis: Zul Lallo
Editor: Aswad Syam
Dialog Kepemudaan,
Suasana dialog kepemudaan di Jeneponto yang menyoal dana desa.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Organisasi Paitana Young Generation (Payung) menggelar dialog kepemudaan pada momentum bertepatan hari lahirnya Payung yang ke-14 tahun, di kantor Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Jumat (19/7/2019).

Dialog tersebut mengangkat tema, "Edd Pusingku Pikir ADD dan DD". Regulasi ini berkaitan pengalokasian dan pengawasan Anggaran Dana Desa dan Dana Desa (ADD - DD).

"Kegiatan ini dilaksanakan bukan untuk menyudutkan berbagai pihak. Ini dilaksanakan untuk mengedukasi, terkait apa yang harus dilakukan oleh para pemuda ke depan," kata Kepala Desa Paitana, Muktar.

Kata dia, regulasi ADD - DD tidak perlu kita pusingi. Regulasi tersebut sangat jelas, dan terpisah pengelokasiaanya.

"Jadi pengalokasiannya berbeda ADD dan DD. Dan tidak perluji pusing," katanya.

Ia juga menegaskan, masa depan bangsa ini berada di tangan pemuda kalau pemuda tidak ada mau dibawa ke mana Desa Paitana ini.

"Kegiatan pada hari ini, sekaligus memperingati hari lahirnya Payung di Desa Paitana yang ke-14. Maka Paitana akan maju di tangan para pemuda Desa Paitana," sebutnya.

Sekertaris Inspektorat Kabupaten Jeneponto, Muh Yusuf berharap, alokasi DD dan ADD tersebut agar tepat guna pada sasaran.

Loading...

"Alokasi ADD - DD ini kita berharap tepat sasaran dan tepat guna pemanfaatannya di masyarakat," kata Muh Yusuf.

Sementara narasumber Muhammad Nur mengatakan secara tegas, terkait  wujud dari pemanfaatan DD dan ADD, di mana membutuhkan transparansi anggaran.

"Anggaran itu dikemanakan, dan apa saja pemanfaatannya. Maaf saya tidak bicara soal Paitana dan desa mana saja. Namun ini merupakan motivasi untuk berinovasi terbaru dalam membangun desa," kata Muh Nur.

Selain itu kata dia, membangun desa tentu dibutuhkan kreativitas pemuda untuk menyampaikan ide kreatifnya. Baik itu pembangunan fisik dan non fisik.

"Kalau ada jawaban tidak dijawab pasti terdapat masalah dan harus dituangkan dalam bentuk ide dan aktualisasi. Dari sudut mana kita melihat desa itu maju, tentu harus jelas," sebutnya.

Dalam acara tersebut bertindak sebagai pemateri atau narasumber Sekertaris Inspektorat Jeneponto, Muhammad Yusuf, juga dosen yang sekaligus advokat di Sulsel, Mumammad Nur.

Pada kesempatan itu hadir juga Kepala Bidang Pemerintah Desa Dinas PMD Sahrul Kalepu, tenaga ahli P3MD Bidang teknologi tepat guna Zulkarnain, Camat Turatea Syamsul Ardi Jahini, Kades Paitana Muhtar, Ketua Apdesi Provinsi Sulsel Sri Rahayu, para kades, pemuda, tomas, tiga desa se-Kecamatan Turatea.

Loading...
Loading...