Jumat, 19 Juli 2019 16:26 WITA

Kalah Berjudi, Pria Bangladesh Ini Sayat dan Tikam Istrinya 58 Kali

Editor: Aswad Syam
Kalah Berjudi, Pria Bangladesh Ini Sayat dan Tikam Istrinya 58 Kali
Jalal Uddin dan Asma Begum

RAKYATKU.COM, LONDON - Jalal Uddin (47), adalah seorang pecandu judi. Malam itu, Oktober 2016. Pria asal Bangladesh ini, pulang dengan lunglai.

Malam itu, Jalal kembali kalah judi di Rumah Judi William Hill di London timur. Setiap kalah judi, dia memukul mesim gim judi. Makanya dia digelari "Angry Indian".

Sampai di apartemennya, di Canning Town, London, Inggris, Jalal mengetuk pintu. Istrinya, Asma Begum (31), membukanya.

"Kalah lagi? Mana uang 200 poundsterling (Rp3,4 juta) yang saya pinjamkan bang?" tanya Asma ke suaminya.

Jalal mendorong pintu hingga sang istri terantuk. "Halaa...nanti saya ganti. Sudah...aku capek," bentaknya.

Asma terus mengejar Jalal, tentang uang yang dia habiskan di meja judi. Jalal naik pitam.

Dengan pisau di tangan, dia menyabet wajah dan leher istrinya. Saat sang istri menjerit, bagai kesetanan, Jalal menghujamkan pisau 58 kali ke tubuh Asma.

Wanita itu pun tersungkur bersimbah darah.

Dilansir dari Dailymail, Jumat, 19 Juli 2019, Jalal didakwa hukuman seumur hidup.

Koki restoran India itu hanya bisa tertunduk. Meski dia membantah, tetapi dihukum karena pembunuhan setelah juri berunding lebih dari tiga jam. Dia mengakui tuduhan pembunuhan dengan tingkat yang lebih rendah.

Jaksa Danny Robinson QC, mengatakan Jalal meninggalkan istrinya dengan sedikit uang untuk membayar tagihan, makan dan pakaian.

"Korban mengatakan bahwa dia sering memberi [suaminya] uang untuk berjudi agar dia tidak dipukuli," tambah Robinson.

Loading...

Hakim mendengar, seorang karyawan rumah judi William, pernah menyaksikannya menyia-nyiakan lebih dari 1.000 poundsterling (Rp17 juta) dalam sehari.

Sementara penyelidikan keuangan setelah kematian istrinya mengungkapkan, Jalal tidak membayar pinjaman sebesar 16.000 poundsterling (Rp279 juta) yang diambil pada bulan September 2016.

Sehari sebelum pembunuhan, Asma memberikan uang kepada Jalal 200 poundsterling (Rp3,4 juta) dari rekeningnya untuk membeli makanan dan pengeluaran keluarga.

Setelah menarik uang tunai, Jalal langsung ke rumah judi.

"Dia kembali ke rumah hari itu tanpa belanjaan dan uang," kata Robinson.

Asma kemudian bercerita kepada keponakannya tentang Jalal yang telah kehilangan uang 200 poundsterling akibat berjudi dan memukulinya.

Hari berikutnya, saudara laki-laki Asma mendapat telepon dari saudara laki-laki Jalal di Bangladesh untuk memeriksa pasangan itu, karena mereka berkelahi dan saling berteriak.

Keponakannya, yang juga khawatir pergi ke apartemen tempat dia menemukan Asma terbaring mati di lantai dapur.

"Ada begitu banyak luka di wajahnya sehingga ahli patologi yang berpengalaman yang memeriksa tubuhnya tidak dapat menghitung [luka] korban," kata Robinson.

Pergelangan tangan kiri korban nyaris putus.

“Dia dipotong, ditusuk, ditebas atau dipotong ditusuk pisau setidaknya 58 kali,” pungkasnya.

Loading...
Loading...