Kamis, 18 Juli 2019 15:26 WITA

Dokter Palsu Meninggal Usai Meminum Obat Racikannya Sendiri

Editor: Suriawati
Dokter Palsu Meninggal Usai Meminum Obat Racikannya Sendiri
Klinik dokter palsu

RAKYATKU.COM - Seorang dokter palsu di China tenggara meninggal setelah meminum obatnya buatannya sendiri.

Dia meminum obat itu ketika mencoba membuktikan kepada seorang pasien bahwa obat tradisionalnya mujarab.

Menurut laporan Guangdong Public Channel, dokter gadungan itu telah mengobati seorang pasien perempuan yang menderita sakit punggung pada hari Kamis.

Namun, pasien itu kembali ke kliniknya pada hari yang sama untuk mengeluh. Ia mengatakan bahwa dia merasa mual setelah minum obat bubuk yang diberikan dokter kepadanya.

Dokter itu, yang bermarga Cui, berusaha meyakinkan pasiennya bahwa tidak ada yang salah dengan itu.

Dia bahkan meminum obat itu sendiri. Namun, tak butuh waktu lama, dia langsung menunjukkan gejala keracunan parah.

Akhirnya dia harus dilarikan ke rumah sakit, di mana ia dinyatakan meninggal.

Sementara itu, pasiennya juga segera dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan tanda-tanda keracunan dan kegagalan organ.

Loading...

Setelah beberapa hari menjalani perawatan darurat di Rumah Sakit Rakyat Yuebei, wanita itu dalam kondisi stabil.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia dibujuk untuk menemui dokter di klinik di desa itu karena dia sangat kesakitan. 

"Dokter memberi saya pijatan, lalu mencampurkan bubuk yang tidak diketahui ke dalam air dan memberi saya," katanya. 

"Awalnya saya curiga, tetapi dia bersikeras bahwa bubuk itu adalah obat tradisional dan sangat efektif untuk mengobati sakit punggung," katanya. Dia mengaku membayar 30 yuan untuk pengobatan itu.

Setengah jam setelah minum obat, dia mengalami penglihatan kabur dan mual, serta merasa lemah di lengan dan kakinya.

Dr. He Min dari departemen rumah sakit Nephrology mengatakan bahwa bubuk racikan dokter gadungan itu mengandung tanaman beracun.

Setelah diselidiki, diketahui bahwa klinik dokter palsu itu beroperasi tanpa lisensi dan telah ditutup.

Loading...
Loading...