Rabu, 17 Juli 2019 23:15 WITA

Jaksa Bilang Rp50 Juta Diterima Langsung Menag di Hotel, Rp20 Juta Lewat Ajudan

Editor: Aswad Syam
Jaksa Bilang Rp50 Juta Diterima Langsung Menag di Hotel, Rp20 Juta Lewat Ajudan
Lukman Hakim Saifuddin

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Rabu, 17 Juli 2019. Di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, sebuah fakta dibeber Jaksa Abdul Basir.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, disebut menerima uang Rp70 juta dari Haris Hasanuddin. Uang tersebut diberikan karena Haris ingin mendapatkan jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim).

Abdul Basir bilang, Menag menerima uang Rp50 juta langsung dari Haris di Hotel Mercure, Surabaya, Jawa Timur.

"Kami sampaikan fakta hukum sebagai berikut, pada tanggal 6 Januari 2019 di rumah Muhammad Romahurmuziy alias Romy. Terdakwa memberikan uang sejumlah Rp5 juta kepada M Romahurmuziy. Tanggal 6 Februari 2019 bertempat di rumah Muhammad Romahurmuziy Terdakwa memberikan uang sejumlah Rp250 juta. 1 Maret 2019 di Hotel Mercure Terdakwa memberikan uang kepada Lukman Hakim Saifuddin sejumlah Rp50 juta, uang tersebut bersumber dari beberapa kepala kantor Kementerian Agama di Jawa Timur," kata Abdul Basir seperti dilansir dari Detik.

Kemudian, sebut jaksa Basir, pada 9 Maret 2019 ada pemberian lagi dari Haris kepada Menag Lukman sebesar Rp20 juta. Uang tersebut diberikan melalui ajudan Menag Lukman, Heri Purwanto, di Tebu Ireng.

"Di persidangan, saksi Lukman Hakim memberikan keterangan yang pada pokoknya tidak pernah menerima uang sebesar Rp50 juta di Hotel Mercure, Surabaya, dan hanya menerima Rp20 juta di Tebu Ireng yang diketahuinya beberapa hari kemudian dari ajudannya bernama Mukmin Timoro. Menurut penuntut umum keterangan saksi Lukman Hakim tersebut hanya merupakan tambahan sepihak karena bertentangan dengan alat alat bukti," papar jaksa Basir.

Kasus yang menjerat Haris bermula saat ia mengikuti proses seleksi jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Namun Haris terhambat oleh syarat administrasi, yaitu tidak boleh menerima sanksi disiplin dalam 5 tahun terakhir. 

Loading...

Oleh sebab itu, Haris disarankan Ketua DPP PPP Jatim Musyaffa Noer untuk meminta bantuan ke Romahurmuziy alias Rommy sebagai Ketua Umum PPP sekaligus anggota DPR. Rommy dan Menag Lukman sama-sama berasal PPP.

"Atas saran Musyaffa Noer, pada tanggal 17 Desember 2018 terdakwa menemui Muchammad Romahurmuziy di rumahnya dan menyampaikan keinginannya menjadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, yang untuk itu terdakwa juga meminta bantuan Romahurmuziy untuk menyampaikan hal itu kepada Lukman Hakim Saifuddin," papar jaksa.

Setelah itu, jaksa mengatakan Rommy menyampaikan Menag Lukman agar tetap mengangkat Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Menag Lukman disebut jaksa akan 'pasang badan' untuk Haris.

"Selanjutnya Romahurmuziy menyampaikan kepada Lukman Hakim Saifuddin, agar tetap mengangkat terdakwa sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan segala risiko yang ada, yang dianggap terdakwa Lukman Hakim akan pasang badan," kata jaksa.

Haris Hasanudin sebelumnya dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Haris diyakini bersalah menyuap Rp255 juta ke anggota DPR sekaligus eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.    

Loading...
Loading...