Kamis, 18 Juli 2019 07:41 WITA

24 Jam Setelah Ayahnya Meninggal, Anak Tunggal Ini Ikut Berpulang

Editor: Aswad Syam
24 Jam Setelah Ayahnya Meninggal, Anak Tunggal Ini Ikut Berpulang
Yon dan ayahnya semasa hidup.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Sebuah keluarga mengalami tragedi memilukan minggu ini. 

Seorang wanita kehilangan putra tunggalnya hanya 24 jam setelah suaminya meninggal di Kulim, Kedah. Menurut mStar sebagaimana dilansir dari Worldofbuzz, suami dan putranya meninggal karena stroke dan waktu kematian mereka juga hampir bersamaan, sekitar pukul 11 ??malam.

Salmah Mohamad (65) mengatakan kepada mStar, dia masih sangat terpengaruh oleh kehilangan orang-orang yang dicintainya, terutama dalam waktu yang singkat ketika mereka meninggal.

Suaminya, Mohd Ali Awang (70) menderita stroke sejak Mei 2018 sementara putranya, Harul Shahrin (38) menderita penyakit yang sama sejak 2016.

Salmah mengatakan, suaminya meninggal di rumah mereka pada Senin malam, 15 Juli 2019. Putranya (juga dikenal sebagai Yon) meninggal di Rumah Sakit Kulim keesokan harinya, Selasa, 16 Juli 2019, sekitar pukul 11 malam, waktu yang sama dengan ayahnya.

Suaminya meninggal di depan Yon di rumah dan putranya menjadi shock, setelah melihat tragedi yang memilukan itu. Yon sebenarnya sedang cuti medis pada waktu itu.

Setelah ayahnya meninggal, Yon mengalami kejang dan menangis. Tubuhnya menjadi dingin dan dia mulai berkeringat. Yon tidak bisa bernapas dengan normal sampai malam itu.

Loading...

Yang lebih tragis lagi adalah Yon bahkan tidak menghadiri pemakaman ayahnya. Pada hari Selasa pukul 21.30, keluarga Salmah memanggil ambulans untuk mengirim Yon ke rumah sakit dan Yon meninggal sekitar pukul 11 ??malam.

Ini sangat mengharukan karena Yon adalah ayah dari dua anak, usia empat dan 10 tahun.

Salmah memberi tahu mStar bahwa putranya adalah orang yang sangat pengasih.

“Dia anak yang baik, tidak pernah marah atau berdebat dengan saya. Bahkan ketika saya ingin membuat kue, dia tidak akan membiarkan saya karena dia khawatir saya akan lelah,” tambahnya.

Putranya akan dimakamkan di sebelah ayahnya dan Salmah mengatakan, tidak ada kata-kata untuk menggambarkan kehilangannya.

Loading...
Loading...