Kamis, 18 Juli 2019 01:29 WITA

Perbaiki Ekosistem Laut, Warga Palu Bikin Media Transplantasi Terumbu Karang

Penulis: M. Qadri
Editor: Aswad Syam
Perbaiki Ekosistem Laut, Warga Palu Bikin Media Transplantasi Terumbu Karang
Warga sedang membuat media menumbuhkan terumbu karang.

RAKYATKU.COM, PALU - Untuk mengembalikan ekosistem bawah laut yang rusak akibat gempa dan tsunami di Kota Palu, sejumlah warga di kelurahan Mamboro, bersama sukarelawan Arsitek Komunitas (Arkom) menginisiasi budi daya terumbu karang. Caranya, transplantasi.

Sebanyak 29 media tumbuh terumbu karang dibuat dengan warga lokal, untuk dipasang di pesisir pantai.

Pembuatan mal atau cetakan yang akan menjadi tempat transplantasi terumbu karang di pantai Mamboro, mulai dilakukan warga dengan Arkom pada Rabu (17/7/2019). 

Sebanyak 29 media tumbuh terumbu karang dibuat dengan bahan kayu papan, besi, pipa, semen, dan pasir, yang sebagian di antaranya adalah bahan-bahan bekas yang dikumpulkan warga dari serakan sisa bencana.

Salah seorang warga menyampaikan, rusaknya ekosistem akibat tsunami diakui membuat hasil tangkapan ikan mereka berkurang drastis. 

Loading...

Sehingga, mereka berharap terumbu karang yang akan tumbuh dan berkembang nanti dapat menjadi rumah bagi ikan-ikan, dan turut meningkatkan perekonomian warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan. 

"Menumbuhkan terumbu karang ini juga, diharapkan warga dapat menjadi pelindung wilayah mereka dari ombak dan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Tidak hanya karang, warga di lokasi ini juga merencanakan pembuatan vegetasi mangrove dan padang lamun," kata Bobi, salah seorang sukarelawan di Pantai Mamoboro.

Dia beranggapan, upaya mitigatif secara mandiri ini juga dilakukan warga, sebagai bukti kepedulian mereka terhadap lingkungan laut, yang secara langsung juga memengaruhi hidup mereka. 

“Dulu di sini banyak terumbu karang, saya juga sempat tanam. Tapi sekarang habis disapu tsunami yang lalu, makanya kami di sini inisiatif tumbuhkan lagi. Hari ini kami baru membuat medianya dulu, nanti kalau sudah banyak baru kita taruh di laut,” pungkas Bobi.

Loading...
Loading...