Rabu, 17 Juli 2019 14:27 WITA

Restoran di Jepang Tidak Melayani Pelanggan Jepang, Ini Alasannya

Editor: Suriawati
Restoran di Jepang Tidak Melayani Pelanggan Jepang, Ini Alasannya
Twitter

RAKYATKU.COM - Sebuah restoran di Pulau Ishigakijima, Jepang, membuat aturan aneh, yaitu melarang semua pelanggan Jepang.

Yaeyama Style, sebuah restoran ramen kecil di Prefektur Okinawa Jepang telah menetapkan pilihan hanya untuk melayani wisatawan asing.

Pemilik restoran, Akio Arima bahkan telah memasang pemberitahuan di pintu depan restorannya agar calon pelanggan Jepang tahu bahwa mereka tidak lagi diterima di Yaeyama Style.

Bukan tanpa alasan, rupanya Arima tidak menyukai perilaku buruk orang Jepang.

"Sikap turis Jepang semakin buruk dari tahun ke tahun, jadi kami tidak akan membiarkan pelanggan Jepang makan di restoran kami sampai akhir September," demikian bunyi pemberitahuan itu.

"Kami hanya akan menerima pelanggan dari luar negeri, dan kami meminta maaf kepada orang Jepang setempat dan pelanggan yang telah makan di sini setiap tahun, dan juga meminta kerja sama mereka."

"Kami sedang berpikir untuk melanjutkan layanan reguler mulai Oktober."

Loading...

Keputusan drastis Akio Arima telah memicu banyak kontroversi di Jepang. Tetapi dia merasa benar, karena beberapa pelanggan lokalnya tidak menaati aturan di restorannya.

SoraNews24 melaporkan bahwa Arima telah menetapkan pelanggan untuk memesan setidaknya satu mangkuk untuk satu orang.

Sayangnya, beberapa pelanggan Jepang masih ngotot untuk membeli satu mangkuk untuk dua orang. Yang lain bahkan membawa makanan dan minuman dari luar untuk dikonsumsi di dalam restoran, atau membawa bayi dan balita mereka, yang juga tidak izinkan.

"Orang-orang Jepang berpikir 'Pelanggan adalah Tuhan', setiap orang diperburuk oleh perilaku wisatawan yang buruk, jadi saya pikir tindakan saya dibenarkan," kata Arima.

Pria berusia 42 tahun itu mengatakan bahwa dia tidak pernah memiliki masalah dengan pelanggan asing, jadi dia lebih memilih hanya untuk melayani mereka saja.

Namun, keputasannya juga telah membuat restorannya jadi sepi. “Saya tidak punya pelanggan. Kemarin, hanya dua yang datang. Ini sulit dari sudut pandang ekonomi, tapi saya akan tetap melanjutkannya, serta meluangkan waktu untuk bersantai dan membersihkan restoran."

Tags
Loading...
Loading...