Senin, 15 Juli 2019 12:04 WITA

Sambil Sempoyongan, Tukang Jagal Ayam Tikam Pak Ogah Berkali-kali

Editor: Aswad Syam
Sambil Sempoyongan, Tukang Jagal Ayam Tikam Pak Ogah Berkali-kali
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, BANDUNG - Sabtu, 13 Juli 2019. Petang itu, suasana lalu lintas di Jalan Andir, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, sedang macet-macetnya.

AM (21) saat itu sedang berboncengan dengan temannya, ikut terjebak macet. Tukang potong ayam itu selalu mencari celah untuk menyalipkan kendaraan roda duanya.

Tiba-tiba dia cekcok dengan seorang pengendara lainnya yang merasa disalip.

Gani Nugraha (40), pak ogah yang sedang mengatur lalu lintas, tiba-tiba datang melerai.

"Saat itu sedang macet-macetnya, pelaku kemudian mengeluarkan kata-kata kasar ke pengendara lain, sedang korban berusaha menenangkan," kata Kapolsek Andir, Kompol Dadang Gunawa, di Mapolsek Andir, Jalan Saritem, Kota Bandung, Minggu (14/7/2019) sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Gani mencoba menenangkan pelaku dengan berkata, "Sabar atuh ini sedang diatur".

Kemudian pelaku berbalik ke korban dan cekcok.

Teman korban yang melihat cekcok itu langsung menenangkan pelaku, dan membawanya pulang ke rumah pelaku dan berharap amarahnya mereda.

Namun saat tiba di rumahnya, pelaku justru mengambil sebilah pisau dan kembali ke lokasi korban.

Loading...

Saat itu, korban masih sementara mengatur arus lalu lintas. Dengan sempoyongan, pelaku mendekati korban. Tanpa pikir panjang, pelaku menikam membabi buta ke arah korban beberapa kali di tubuhnya hingga tewas.

Pelaku menusukkan pisau tersebut mengenai bagian dada tengah, dada kiri atas, dan luka sobek dekat sikut tangan, korban meninggal di lokasi.

Mendapat laporan itu, Unit reskrim Polsek Andir bekerja sama dengan Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polda Jabar, langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di sekitar rumahnya di Jalan Andir, Gang Kebon Sawo IV, Kelurahan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau dapur sepanjang 25 sentimeter yang tampak menempel darah kering, celana jins biru, dan kaos lengan pendek abu-abu.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340, 338, juncto pasal 351 ayat 3 dengan ancaman paling berat adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kepada polisi, pelaku AM mengaku tersinggung dengan ucapan korban saat itu.

"Ucapannya nggak enak," kata pria bertato itu.

Pelaku mengaku tidak ingat berapa tusukan ke arah korban, pasalnya saat itu ia dalam pengaruh minuman keras.

Loading...
Loading...