Senin, 15 Juli 2019 10:44 WITA

Dituding Paksa Kepsek Beli Baju Kaus Beatiful Malino, Kadisdik Gowa: "Saya Difitnah"

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Mays
Dituding Paksa Kepsek Beli Baju Kaus Beatiful Malino, Kadisdik Gowa:
Kadisdik Gowa, Salam

RAKYATKU.COM, GOWA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Salam geram. Sebuah isu menyudutkan dirinya. Dia dituding memaksa kepala sekolah dan guru untuk membeli baju kaus Beautiful Malino 2019 dengan harga Rp400 ribu per orang.

"Saya perlu luruskan, bahwa tidak benar jika saya mengintervensi atau mengadakan dan menjual baju Beautiful Malino. Justru sebaliknya, saya telah melarang kepada semua jajaran Disdik Gowa, untuk tidak mengadakan dan menjual baju Beautiful Malino seperti seragam olahraga dan sejenisnya. Saya saja mengalami kesulitan mencari baju Beautiful Malino," tandas Salam kepada media saat dikonfirmasi, Senin (15/7/2019).

Salam bilang, pemberitaan yang beredar selama ini tidak benar dan akan merusak namanya sebagai ASN. Terlebih dirinya adalah seorang pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Dalam beberapa bulan terakhir kata Salam, dirinya maupun instansi yang dipimpinnya, sering diserang dengan berbagai berita bohong alias hoaks.

"Betul sudah beberapa bulan terakhir ini, ada yang menyerang saya. Saya yakin ada yang membenci saya. Makanya ia ingin menjatuhkan saya melalui pemberitaan yang tidak benar," katanya.

loading...

"Saya sudah mengklarifikasi ke masing-masing pihak, namun tidak satupun orang yang mengaku dipaksa membeli baju seperti itu. Kalau pun ada yang membeli, itu karena keinginannya dia sendiri. Bukan paksaan terlebih hanya karena baju kaus sepeti itu harganya mencapai Rp400 ribu. Jadi itu fitnah yang menyerang saya," ujar Salam.

Saat dikonfirmasi atas pernyataan Salam kepada para guru, tidak ditemukan guru yang menyatakan bahwa dirinya dipaksa membeli baju yang hanya trending selama 3 hari tersebut.

Kepala SDN Mangasa 1 Kecamatan Somba Opu, Hj Mukminati tidak mengetahui bahwa adanya pemberitaan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Gowa memaksa para ASN untuk membeli baju kaus tersebut. Dirinya mengaku tidak dipaksa dan memaksa orang lain untuk membelinya.

"Itu tidak benar. Kalau yang Rp400 ribu itu yang saya tahu adalah dikumpul para kepala sekolah secara patungan, untuk membiayai makan, minum dan penginapan selama mengikuti Beautiful Malino. Lagi pula uang sebanyak itu mending dibeli makanan daripada beli baju kaus yang harga sudah bisa dipakai beli makanan dan bertahan berhari-hari," katanya via telepon. 

Loading...
Loading...