Senin, 15 Juli 2019 09:46 WITA

Di Masjid Terapung, Ilham Cerita Bagaimana Mengendalikan Diri di Penjara dengan Ibadah

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Di Masjid Terapung, Ilham Cerita Bagaimana Mengendalikan Diri di Penjara dengan Ibadah
Jemaah salat subuh Masjid Amirul Mukminin di Pantai Losari, berebutan foto dengan Ilham Arief Sirajuddin, Senin, 15 Juli 2019.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Mantan Wali Kota Makassar dua periode (2004-2014), Ilham Arief Sirajuddin,  keluar dari Lapas Kelas 1 Makassar  setelah melaksanakan salat tahajud, Senin dini hari (15/7/2019). 

Ia disambut oleh keluarga termasuk istri tercinta Aliyah Mustika Ilham serta mantan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal. Tidak hanya keluarga, ratusan masyarakat juga  menyambut IAS.

Setelah dari Lapas, IAS bersama keluarga dan masyarakat bertolak menuju masjid terapung di Anjungan Pantai Losari, untuk melaksanakan salat subuh berjemaah. 

Agenda pertama IAS selepas keluar dari Lapas Kelas 1 Makassar. Ia salat subuh berjemaah dengan warga di Masjid terapung. Masjid terapung sengaja dijadikan tempat untuk silaturahmi dengan warga yang ingin menyambutnya, setelah 4 tahun di balik jeruji besi. 

Selepas salat subuh berjemaah, IAS lantas dipersilakan menyampaikan sepatah dua patah kata di hadapan para loyalisnya. 

Ia pun bercerita selama empat di penjara, dirinya sempat pindah-pindah Lapas. Namun, ia sangat bersyukur 5 bulan sebelum bebas, dirinya bisa pindah ke Makassar, kota kelahirannya. 

Loading...

"Saya bersyukur, 5 bulan terakhir,  saya pindah di Lapas Makassar, sebelumnya di (rutan) Guntur 17 bulan 11 hari, kemudian di Lapas Sukamiskin 2 tahun 18 bulan 19 hari. Jadi totalnya 4 tahun 5 bulan," ujar IAS.

Menurutnya, selama 4 tahun 5 bulan di dalam jeruji besi, ia semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, itupun yang membuatnya semakin kuat dan tidak putus asa. 

"Sangat luar biasa bagi saya. Yang pasti ikatan emosional saya dengan ibadah menjadi luar biasa," paparnya. 

Meskipun di awal masa tahanannya, dirinya sempat terbawa emosi dan tidak menerima. Namun, ia mampu mengendalikan dirinya untuk menerima semuanya dan tetap bersyukur. 

"Tapi seperti kata anak saya itu emosional sesaat, selebihnya saya bersyukur dan semua ini pasti ada hikmahnya," ucapnya.

Loading...
Loading...