Jumat, 12 Juli 2019 23:35 WITA

Ternyata Begini Kaitan Tumpukan STNK di Rumah Pablo "Ikan Asin" dengan Kasus Investasi Bodong

Editor: Abu Asyraf
Ternyata Begini Kaitan Tumpukan STNK di Rumah Pablo
Pablo Benua dan Rey Utami

RAKYATKU.COM - Jadi tersangka dalam kasus "ikan asin", youtuber Pablo Benua ternyata menghadapi masalah hukum lain. Tumpukan STNK di rumahnya ternyata ada kaitannya dengan kasus investasi bodong.

Pablo pernah berurusan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi. Pablo adalah pimpinan perusahaan investasi PT Inti Benua Indonesia yang beralamat di Jalan M Yusuf Raya I Kav 38A Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. 

Pada 2017, OJK dan Satgas Waspada Investasi menemukan enam kegiatan usaha penawaran investasi yang tidak memiliki izin. Dari daftar enam perusahaan itu, salah satunya dipimpin Pablo Benua.

OJK dan Satgas Waspada Investasi menyatakan keenam perusahaan tersebut sebagai perusahaan investasi yang ilegal dan harus menghentikan kegiatan usahanya.

Awalnya IBIS54Pro berada di bawah naungan PT Benua Ozon Solusindo. Program hak guna pakai produktif sudah berjalan semenjak tahun 2011 di Medan. 

PT Inti Benua Solusindo merupakan credit company yang memiliki sistem bernama "IBIS54 PRO". IBIS54 PRO ini adalah program hak guna pakai (HGP) dengan hanya mengeluarkan biaya down payment (DP) sebesar 54 persen dari harga on the road (OTR) kendaraan.

Konsumen dapat menggunakan motor atau mobil yang diinginkan tanpa cicilan bulanan, tanpa bayar pajak, dan asuransi tetap.

Loading...

Calon konsumen yang ingin memiliki kendaraan, pertama kali harus membayar biaya administrasi untuk mobil Rp5 juta dan Rp750 ribu untuk motor, kemudian mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Calon konsumen tersebut harus membayar deposit sebesar 54 persen dari harga OTR kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP IBIS.

Setiap tahun harus membayar deposit untuk mobil sebesar 10 persen dan untuk motor sebesar 15 persen maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak tiga tahun.

Di akhir kontrak selama tiga tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan namun dipotong 10 persen. 

Namun, untuk motor, sepeda motor dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15 persen atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15 persen.

Loading...
Loading...