Kamis, 11 Juli 2019 23:41 WITA

Disoroti Karena Perjalanan Dinas DPRD Bulukumba Rp 299 Juta, Legislator: Itu Masih Sedikit

Penulis: Rahmatullah
Editor: Adil Patawai Anar
Disoroti Karena Perjalanan Dinas DPRD Bulukumba Rp 299 Juta, Legislator: Itu Masih Sedikit

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba mendesak DPRD Kabupaten Bulukumba untuk terbuka dalam melakukan perjalanan dinasnya.

Pasalnya baru-baru ini sedikitnya 25 orang legislator dan stafnya bertolak ke Jakarta untuk bertemu dengan Kementerian Pemuda dan olah raga Imam Nahrawi. Perjalannya ke Jakarta menelan anggaran Rp299 Juta rupiah.

Sunarti salah satu aktivis IMM saat melajukan unjuk rasa di halaman DPRD Bulukumba menilai, hasil kunjungan DPRD Bulukumba selama ini tidak diketahui hasilnya.

"20 orang anggota dewan yang ke Jakarta. Apa hasilnya?, semua hasil konsultasi mereka tidak ada yang kita ketahui, apa perjalanan dinas ini hanya kebohongan belaka?," Kata seorang aktivis, Sunarti, di ruangan aspirasi DPRD Bulukumba, Kamis (11/7/2019).

Dengan anggaran Rp299 juta, setiap legislator DPRD Bulukumba yang berangkat ke Jakarta mendapatkan jatah Rp14 Juta per orang untuk 20 orang legislator. Hal ini menurut aktivis IMM hanya buang-buang anggaran. Masyarakat Bulukumba juga tak mengetahui hasilnya.

Muhammad Bakti, yang menerima aksi unjukrasa di ruang penerimaan aspirasi menjelaskan, angaran Rp299 juta justru terbilang sedikit. Meski keberangkatan anggota DPRD ke Jakarta telah diatur oleh Sekertariat DPRD.

"Rp299 juta sebenarnya itu sedikit. Kita berangkat kesana 25 orang, termasuk beberapa pegawai. Sekali perjalanan, kita langsung kunjungi tiga lokasi sekaligus," Kata legislator Gerindra itu.

Loading...

Alasannya, awalnya konsultasi hanya diagendakan di Biro Keuangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).Namun, karena banyak polemik yang terjadi bersamaan di Bulukumba saat itu, seperti rumput stadion dan juga pemilihan anggota BPD, membuat DPRD Bulukumba melakukan konsultasi sekaligus.

"Awalnya beberapa rekan sempat menolak, hanya saja Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, meminta untuk dilakukan sekaligus, untuk menghemat anggaran," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Bhakti lagi-lagi tak menyampaikan hasil kunjungannya ke Jakarta. Dirinya hanya mengklarifikasi jumlah anggaran yang digunakan.

Seperti diketahui, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, telah melakukan pengembalian dana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait perjalanan dinas DPRD sekitar Rp 1,2 miliar, beberapa waktu lalu.

Saat itu, ada temuan badan pemeriksa keuangan (BPK) Sulsel mengenai dugaan pemalsuan bill hotel yang dilakukan hampir keseluruhan Legislator di Bulukumba. Namun saat itu, Sekretaris Dewan, Daud Kahal menyebut jika temuannya bukan penyelewengan anggaran, melainkan kesalahan administrasi.

Loading...
Loading...