Kamis, 11 Juli 2019 15:58 WITA

Jadi Kuasa Hukum Tersangka Rencana Pembunuhan Wiranto, Yusril Bilang Begini kepada Jokowi

Editor: Abu Asyraf
Jadi Kuasa Hukum Tersangka Rencana Pembunuhan Wiranto, Yusril Bilang Begini kepada Jokowi
Habil Marati bersama Yusril Ihza Mahendra.

RAKYATKU.COM - Ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Prof Yusril Ihza Mahendra menunjukkan profesionalismenya sebagai pengacara. Usai sidang sengketa pilpres, dia kini mendampingi pengusaha, Habil Marati.

Pengusaha asal Sulawesi Tenggara itu jadi tersangka kasus rencana pembunuhan terhadap empat pejabat. Salah satunya Menko Polhukam Jenderal (purn) Wiranto. Habil dituduh sebagao penyandang dana.

Yusril Ihza Mahendra telah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukumnya. Ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengaku sudah menyampaikannya kepada pihak Jokowi-Ma'ruf.

"Saya beri tahu juga semuanya bahwa saya akan jadi kuasa hukum Pak Habil ini. Pemerintah tahu, jadi enggak masalah," kata Yusril kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Yusril mengatakan, pihak Jokowi-Ma'ruf yakin dirinya profesional dan objektif dalam menangani setiap perkara hukum, termasuk kasus rencana pembunuhan empat pejabat tersebut.

"Tugas saya sebagai advokat untuk membantu Pak Habil supaya proses hukumnya itu dilakukan dengan benar, tidak merugikan pihak mana pun secara seobjektif mungkin," kata dia.

Loading...

Yusril sempat menemui Habil Marati di Polda Metro Jaya, Rabu (10/7/2019). Dalam pertemuan tersebut, Habil Marati mengaku uang yang diberikan kepada Kivlan Zen bukan untuk kegiatan makar.

"Beliau memberikan dana untuk kegiatan tertentu tetapi tidak paham untuk dibelikan senjata," kata Yusril.

Yusril menyebut uang yang diberikan Habil kepada Kivlan Zen hanya untuk kegiatan demo, bukan untuk kegiatan makar seperti yang dituduhkan polisi. Meski begitu, Yusril masih mempelajari lagi kasus itu dan pengakuan-pengakuan Habil kepadanya.

Habil menjadi tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan telah ditahan polisi. Habil disebut memberikan uang sebesar SGD 15 ribu untuk uang operasional kepada Kivlan Zen.

Uang itu disebut-sebut diberikan kepada Kivlan Zen untuk membeli senjata api ilegal. Kivlan lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan empat tokoh nasional, yaitu Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar, dan Yunarto Wijaya bos lembaga survei Charta Politika.

Loading...
Loading...