Kamis, 11 Juli 2019 14:02 WITA

Dicopot DKPP, Dua Komisioner KPU RI Tetap Berkantor

Editor: Abu Asyraf
Dicopot DKPP, Dua Komisioner KPU RI Tetap Berkantor
Evi Novida Ginting Manik

RAKYATKU.COM - Dua komisioner KPU RI tetap berkantor walau mendapat sanksi pencopotan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Keduanya adalah Ilham Saputra dan Evi Novida Ginting Manik.

DKPP mengeluarkan putusan pada Rabu (10/7/2019). Ada dua pengaduan terhadap komisioner KPU dan staf. Hasilnya, selain mencopot dua komisioner, DKPP juga memberikan peringatan dan peringatan keras kepada komisioner lainnya.

Dalam putusan bernomor 31-PKE-DKPP/III/2019 yang diajukan Adly Yusuf Saepi, mantan anggota KPU Kolaka Timur, DKPP mengabulkan pengaduan pengadu sebagian.

Ketua KPU RI mendapat sanksi berupa peringatan. Peringatan serupa diberikan kepada komisioner Ilham Saputra, Viryan, Pramono Ubaid Tantowi, dan Hasyim Asy’ari.

DKPP juga menjatuhkan sanksi berupa peringatan keras kepada Wahyu. Sementara sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Diklat dan Litbang KPU RI diberikan kepada Evi Novida Ginting Manik.

Sementara dalam putusan bernomor 61-PKE-DKPP/IV/2019 yang diajukan Tulus Sukariyanto, kader Partai Hanura, DKPP juga mengabulkan sebagian.

Dua teradu, yakni Indra Jaya (staf sekretariat KPU RI) dan teradu II Novayani selaku selaku Kasubbag PAW dan Pengisian DPR,
DPD, dan DPRD Wilayah 2 diminta direhabilitasi nama baiknya.

Loading...

Sementara Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik KPU RI, Ilham Saputra dicopot dari jabatannya. Dia sekaligus dikenakan sanksi berupa peringatan keras.

Meski demikian, Ilham dan Evi masih tetap berkantor. "Tidak (dicopot) sebagai komisioner (KPU), hanya sebagai ketua divisi saja," ujar Ilham Saputra, Kamis (11/7/2019).

Ilham mengatakan pencopotan atau pergantian divisi bukan sebuah masalah. Menurutnya, hal ini disebabkan KPU memiliki sistem kolektif kolegial.

"Ya, tidak masalah. Prinsipnya, pekerjaan KPU adalah kolektif kolegial," kata Ilham. 

Ilham menyebut dirinya menghargai keputusan yang diberikan DKPP. Namun dia mengaku secara resmi belum mendapatkan salinan putusan tersebut. 
 

Loading...
Loading...