Kamis, 11 Juli 2019 13:05 WITA

Lihat Warga Membeludak di Pinggir Jalan, Jokowi Turun dari Mobil di NTT

Editor: Abu Asyraf
Lihat Warga Membeludak di Pinggir Jalan, Jokowi Turun dari Mobil di NTT
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara di NTT. (FOTO: SETKAB)

RAKYATKU.COM - Ada peristiwa menarik pada hari kedua kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/7/2019).

Jokowi hari ini meninjau Pulau Rinca di Kawasan Taman Nasional Komodo. Menggunakan speedboat, Presiden dan rombongan tiba pukul 09.00 wita dan disambut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang. 

Jokowi turut didampingi antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sebelumnya, dalam perjalanan darat, Presiden Jokowi menyempatkan turun dari mobilnya untuk menyapa masyarakat yang membeludak di pinggir jalan.

Dalam kunjungannya ke NTT, Jokowi menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk penataan kawasan wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. 

Dengan kawasan wisata yang semakin tertata dengan baik, diharapkan Labuan Bajo dapat menjadi destinasi wisata premium yang menarik minat turis mancanegara.

"Segmentasi yang ditarget di Labuan Bajo berbeda dengan di Manado, sebab di sini segmentasinya premium. Untuk itu penataan kawasan di Labuan Bajo ini penting sekali," ungkap Jokowi dalam keterangan tertulis yang diterima Rakyatku.com.

Jokowi mengatakan, upaya untuk meningkatkan target wisatawan ke Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap, dengan pembenahan infrastruktur yang akan menjadi prioritas. Sebagai contoh, mulai tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan pekerjaan peningkatan trotoar dan Jalan Soekarno Hatta.

Dia juga menyambut baik rencana penataan kawasan Puncak Waringin yang akan menjadi salah satu pilihan lokasi wisata baru di Labuan Bajo.

Loading...

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, pihaknya terus melanjutkan dukungan penyediaan infrastruktur bagi KSPN Labuan Bajo untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. 

Pasalnya, Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores itu, merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan perjalanannya ke Pulau Komodo, Pulai Rinca, dan Pulau Padar.

Pembangunan lanjutan untuk penataan kawasan wisata Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap mulai 2019-2021. 
"Kawasan wisata harus ditata betul, selanjutnya diperlukan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan, agar menjadi kota yang betul-betul dirawat," imbuh Menteri Basuki.

Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan yakni penataan Puncak Waringin, penataan kawasan Kampung Baru, penataan integrasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan kawasan wisata kuliner Kampung Ujung, peningkatan trotoar dan Jalan Soekarno Hatta, pengembangan kawasan wisata Goa Batu Cermin, serta pengembangan sektor air minum dan sanitasi Labuan Bajo.

Untuk penataan kawasan Puncak Waringin, Kabupaten Manggarai Barat, akan dikerjakan secara bertahap pada 2019-2020. Pada Tahap I 2019, akan diselesaikan pembangunan gedung utama seluas 350 m2 setinggi 2 lantai untuk lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck.

Selanjutnya, pada 2020 akan didirikan bangunan komersil seluas 525 m2 setinggi 2 lantai, untuk kios lengkap dengan mushala serta toilet dan area tenun. Selain itu juga akan dibangun Ruang Terbuka Publik sekitar 1.700 m2 yang dilengkapi dengan ampiteater seluas 267 m2 dan area parkir seluas 235 m2.

Penataan lanjutan juga akan dilakukan di salah satu daerah penyangga Labuan Bajo yakni Kampung Baru dengan pekerjaan pembangunan ruang terbuka publik, toilet wisata, dermaga nelayan, dan Jalan Gertak Bukit Pramuka (460 m).

Sebelumnya, pada 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di empat lokasi, yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Loading...
Loading...