Kamis, 11 Juli 2019 11:22 WITA

Baru Duduk di Ruang Rapat Pansus Angket, Kakak Wagub Sulsel Sudah Minta Rapat Digelar Tertutup

Penulis: Fathul Khair
Editor: Abu Asyraf
Baru Duduk di Ruang Rapat Pansus Angket, Kakak Wagub Sulsel Sudah Minta Rapat Digelar Tertutup
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, Andi Sumardi Sulaiman ikut diperiksa Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket di gedung DPRD Sulsel, Kamis (11/7/2019).

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, Andi Sumardi Sulaiman ikut diperiksa Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket di gedung DPRD Sulsel, Kamis (11/7/2019).

Rapat baru dimulai sekitar pukul 10.45 wita. Mengenakan baju batik lengan pendek, Sumardi datang didampingi ajudannya. 

Saat baru masuk di ruangan, baru saja duduk, Sumardi langsung meminta agar rapat itu digelar tertutup. Padahal Sumardi belum juga disumpah, sebagaimana sebelumnya dilakukan kepada terperiksa, saat sidang akan dimulai. 

"Izin Pak, kalau bisa rapat ini digelar tertutup," kata Sumardi. 

Namun Ketua Pansus Hak Angket, Kadir Halid tidak mengabulkan permintaan Sumardi itu. Rapat pun dilanjutkan. 

Saat Kadir mulai mengajukan beberapa pertanyaan awal, Wakil Ketua Pansus, Arum Spink menginterupsi. 

"Sebelum menjawab pak ketua, saya mau tanyakan dulu ke yang terperiksa. Apakah dengan posisi seperti ini, nyaman?" tanya Pipink, sapaan akrab Arum Spink kepada Sumardi. 

Loading...

Kadir Halid lalu berbicara. "Ini masih umum dulu. Nanti kalau sudah masuk materi, nanti baru tertutup," tegas Kadir. 

"Saya minta agar Pansus saja yang ada di ruangan ini," pinta Sumardi lagi. 

Mendengar permintaan Sumardi itu, salah satu anggota Pansus, Wahyuddin Kessa Keberatan bila sudah dari awal, rapat itu digelar tertutup. 

"Izin pimpinan, saya pikir harus ada standar, kapan rapat ini digelar tertutup. Rapat ini harus ada akses untuk diakses. Kalau semua rapat digelar tertutup, jangan sampai ada yang curiga ada yang kongkalikong," kata Wahyudin. 

Hal sama disampaikan anggota Pansus lainnya, Anas Hasan. "Saya juga keberatan kalau ini dilakukan tertutup. Saya melihat posisi masuknya pegawai tidak ada yang kongkalikong," ujar Anas. 

Akhirnya Kadir Halid mengambil keputusan untuk digelar rapat internal Pansus Hak Angket. Hasilnya, rapat ini digelar terbuka dulu, jika ada hal yang perlu disampaikan secara tertutup, barulah rapat itu digelar tertutup.

Loading...
Loading...