Kamis, 11 Juli 2019 03:01 WITA

Penerima PKH di Bantaeng Diduga Manipulasi Data

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Aswad Syam
Penerima PKH di Bantaeng Diduga Manipulasi Data
Plt Kadis Sosial Bantaeng Andi Irvandi Langgara (kiri)

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Tunjangan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bantaeng, diduga memanipulasi data.

Hal itu disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bantaeng, atas laporan masyarakat.

Ketua DPD LIRA Bantaeng, Yuzdanar mengaku, dari sekitar 6 ribu penerima PKH di Bantaeng, diduga ada manipulasi data, yang berdampak pada penerimaan tidak tepat sasaran.

"Dari laporan masyarakat, adanya dugaan manipulasi data. Ada penerima manfaat yang ganda dan ada pula yang terdaftar (PKH) tapi tidak menerima bantuan tersebut," ujar Yuzdanar, Rabu (10/7/2019).

Pria yang akrab disapa Danar ini menuturkan, pihaknya menganggap jika indikasi manipulasi data untuk penerima PKH ini adalah bagian dari korupsi untuk memperkaya diri sendiri.

Bahkan, kata dia, diduga ada di salah satu desa di Bantaeng, yang terdaftar dalam 11 nama yang sama.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Bantaeng, Andi Irvandi Langgara membantah tuduhan tersebut.

Loading...

"Mustahil kalau ada nama ganda apalagi sampai 11 nama yang sama. Karena penerima PKH barometernya di KTP, dan tidak ada nomor induk yang sama," jelasnya.

Irvandi Langgara mengatakan, pihaknya hanya menerima hasil data dari pusat. "Di instansi kami hanya melakukan verifikasi dan memvalidasi," bebernya.

Selain itu, pihaknya pun telah menyampaikan imbauan ke setiap desa atau kelurahan, agar data penerima PKH ditempel di kantor Kecamatan.

"Agar masyarakat tahu siapa yang menerima. Jika ada yang tidak sesuai, maka masyarakat bisa melapor," pungkasnya.

Diketahui, program PKH ini diperuntukan kepada lansia, anak sekolah, disabilitas dan ibu hamil bagi masyarakat kurang mampu.

Di mana penerima manfaat bagi pelajar diberikan setiap tahun dengan kisaran SD Rp900 ribu, SMP Rp1,5 juta dan SMA Rp2 juta. Bagi lansia, disabilitas dan ibu hamil masing-masing menerima Rp600 ribu yang diterima per triwulan.

Loading...
Loading...