Selasa, 09 Juli 2019 13:25 WITA

Ajakannya Ditolak untuk Berhubungan Badan Sesama Jenis, AM Bunuh Junjung

Editor: Mays
Ajakannya Ditolak untuk Berhubungan Badan Sesama Jenis, AM Bunuh Junjung
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, PELALAWAN - Jumat, 5 Juli 2019, Nur Arifin, baru saja tiba di rumahnya di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dia curiga dengan gundukan tanah merah di halaman belakang rumahnya. Pasalnya, saat meninggalkan rumahnya pada Kamis, 4 Juli 2019, gundukan tanah itu belum ada.

Penasaran, Arifin lalu mengambil cangkul dan mulai menggali. Dia kaget, di dalam timbunan dia melihat sosok seperti jasad manusia.

Arifin lalu memberitahu tetangganya dan kemudian menghubungi polisi.

Polsek Bunut langsung datang dan melakukan penggalian dibantu oleh warga sekitar. Mayat itu kemudian diidentifikasi sebagai Junjung Siregar (21), salah seorang buruh bangunan.

Tidak lama setelah penemuan mayat tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan.

Minggu, 7 Juli 2019. Pelaku pembunuhan, AM (45) berhasil dibekuk polisi kediamannya.

Motif pembunuhan, kelainan orientasi seks pelaku. 

"Pelaku mengaku tertarik dengan sesama jenis," ucap Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK sebagaimana dilansir dari Tribunnews, Selasa, 9 Juli 2019.

loading...

Kepada polisi, pelaku mengaku. Hari itu, dia mengajak korban untuk melakukan hubungan badan sesama jenis.

Namun korban menolak. Akhirnya pelaku kemudian memaksa korban. Dia sempat mencabuli korban sebelum kemudian membunuhnya dengan mencekik lehernya dan melukai dengan senjata tajam.

Hal tersebut sesuai dengan hasil autopsi yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara. Salah satunya, dr M Tegar Indrayana, Sp.FM. 

Dari hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka terbuka pada dada kiri, perut, punggung, kedua paha, robekan pada sela iga ke-6 dada kiri, akibat benda tajam.

Dokter juga menemukan adanya luka pada anus korban yang tampak melebar.

Hal tersebut menguatkan dugaan, bahwa korban telah dicabuli oleh pelaku, sebelum akhirnya dibunuh dan dikubur dengan tanpa busana.

Sedangkan penyebab meninggalnya korban diketahui karena luka benda tumpul pada daerah leher.

"Diperkiraan saat kematian sekira 3-5 hari sebelum pemeriksaan. Artinya setelah mayat korban ditemukan terkubur," ujar Kapolres.

Loading...
Loading...