Selasa, 09 Juli 2019 09:26 WITA

Suami Kejam Patahkan Tulang Rusuk Istri, Sambil Nangis Balita Elus-elus Kepala Ibu

Editor: Aswad Syam
Suami Kejam Patahkan Tulang Rusuk Istri, Sambil Nangis Balita Elus-elus Kepala Ibu
Video suami aniaya istrinya.

RAKYATKU.COM, KOREA - Sebuah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baru-baru ini mengejutkan jagad maya. Sebuah video berdurasi dua menit, memperlihatkan kebrutalan seorang pria Korea Selatan yang terlihat memukuli istrinya yang berasal dari Vietnam. Mirisnya, penganiayaan itu tepat di depan putra mereka yang berusia dua tahun.

Menurut Korea Times, pria berusia 36 tahun itu tinggal di Provinsi Jeolla Selatan bersama istrinya yang berusia 30 tahun. Mereka telah berpacaran selama tiga tahun sebelumnya, tetapi istrinya telah kembali ke Vietnam saat dia hamil. Namun, mereka bersatu kembali bulan lalu dan telah hidup bersama sejak saat itu.

Pada 4 Juli 2019, sekitar pukul 9 malam, berdasarkan video itu, lelaki itu marah setelah mengetahui bahwa istrinya telah memasak makanan Vietnam. 

"Sudah berulangkali saya bilang, saya tidak suka makanan Vietnam," teriaknya.

Berdasarkan laporan itu, dia juga marah pada istrinya, karena sang istri tidak bisa berbahasa Korea dengan baik. 

Dia mulai meninju dan menendang sang istri, sambil meneriakkan kata-kata kasar. Dia mengatakan bahwa dia tidak menyukainya. Dia bahkan memukulnya dengan botol soju kosong, sementara korban meringkuk di lantai dalam posisi terpojok di sudut rumah.

Sementara itu, anak lelaki mereka berdiri di dekatnya dan menangis dengan keras, sambil menyaksikan ayahnya memukuli ibunya dengan brutal.

Bocah dua tahun itu bahkan terlihat beberapa kali berusaha melindungi ibunya. Dia sempat mengelus-elus rambut sang ibu sebelum pergi meninggalkan tempat itu sambil menangis.

LTN melaporkan, pemukulan ini benar-benar berlangsung selama tiga jam, sementara wanita malang hanya bisa duduk di sana dan melindungi kepalanya dengan tangannya. Di bagian terakhir video, pria itu akhirnya berhenti memukuli istrinya dan memintanya untuk berhenti menangis.

Loading...

Dia kemudian memerintahkannya untuk menidurkan putra mereka dan pergi seolah-olah tidak ada yang terjadi. 

Kantor Polisi Yeongam di Provinsi Jeolla Selatan mengatakan, seorang teman wanita korban, melaporkan kasus tersebut kepada mereka pada hari Jumat, 5 Juli 2019. Mereka dengan cepat mengambil tindakan dan memindahkan wanita dan anak itu dari pria itu ke tempat perlindungan setempat. 

Sang suami ditangkap tanpa surat perintah pada hari Sabtu, 6 Juli 2019 karena menganiaya istrinya dan melanggar Undang-Undang Kesejahteraan Anak.

Sang istri saat ini menerima perawatan di rumah sakit, akibat tulang rusuk patah yang dideritanya karena serangan suaminya, yang akan memakan waktu sekitar empat minggu untuk pulih. 

Dilaporkan bahwa lelaki itu telah memukuli istrinya ketika dia mabuk, tetapi ini sepertinya bukan pertama kali terjadi. 

Dia sering menghardik padanya dan mengkritik kemampuan bahasa Korea-nya setelah minum. Diyakini bahwa dia telah memukulnya bulan lalu juga.

Polisi telah memperoleh surat perintah penangkapan karena keseriusan kasus ini, dan ingin membahas langkah-langkah dukungan dengan agen terkait untuk ibu dan anak.

Loading...
Loading...