Senin, 08 Juli 2019 00:02 WITA

Ungkapkan Bahagia Bayu Gatra Usai PSM Kalahkan Madura United

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ungkapkan Bahagia Bayu Gatra Usai PSM Kalahkan Madura United
Laga Madura United vs PSM Makassar. Ist

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Winger PSM Makassar, Bayu Gatra Sanggiawan mengaku gembira bisa diturunkan saat timnya menghadapi Madura United pada leg kedua babak semifinal Piala Indonesia 2019 di Stadion Gelora Madura Pamelingan (SGMP) Pamekasan, Minggu (7/7/2019) sore.

Pasalnya, pada dua kali pertandingan PSM melawan Madura United sebelumnya, pemain berusia 26 tahun itu selalu dibangku cadangkan oleh Pelatih PSM, Darije Kalezic.

"Alhamdulillah tadi diberi kesempatan main. Sebenarnya saya rindu dengan suporter Madura. Tapi, Alhamdulillah kita bisa melaju ke final," kata Bayu dalam sesi jumpa pers usai laga.

Sekadar diketahui, Bayu Gatra didatangkan PSM dari Madura United untuk menghadapi musim kompetisi 2019. Selain Bayu Gatra, ada tiga pemain lagi yang diboyong manajemen Juku Eja dari Madura United. Masing-masing Munhar, Hery Prasetyo, dan Benny Wahyudi.

Bayu pun memuji penampilan mantan timnya tersebut. Menurutnya, Laskar Sape Kerap telah mempertontonkan permainan sepak bola yang menghibur.

Loading...

"Saya akui Madura United adalah tim yang sangat kuat dan bagus. Tapi kita sudah tegaskan bahwa kita datang kesini bukan untuk mengalah tapi untuk meraih tiket ke final. Apresiasi juga buat seluruh teman-teman saya, semua manajemen dan pelatih, terima kasih telah berjuang dan bekerja bersama-sama. Saya juga apresiasi buat suporter dan pemain Madura United yang bermain layaknya kita bermain sepakbola," pungkasnya.

Meski baru diturunkan pada pertengahan babak kedua, Bayu Gatra sendiri berperan sangat penting dalam proses terciptanya gol PSM pada menit ke-83. 

Tendangan bebas Marc Klok berhasil ditanduk dengan baik oleh Bayu Gatra dan mengenai mistar gawang. Bola liar didapatkan oleh bek PSM Makassar, Aaron Evans yang langsung melepaskan bola ke gawang Madura United.

Gol tersebut tak hanya memperkecil kekalahan PSM menjadi 1-2 atas Madura United, tapi juga menjadi gol emas karena mengantarkan Juku Eja ke final berkat keunggulan agresivitas gol tandang.
 

Loading...
Loading...