Minggu, 07 Juli 2019 20:19 WITA

Hujan Batu Es Landa Aceh Tengah, Ini Penjelasan BMKG

Editor: Abu Asyraf
Hujan Batu Es Landa Aceh Tengah, Ini Penjelasan BMKG
Hujan es yang melanda Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019). (FOTO: FACEBOOK)

RAKYATKU.COM - Fenomena unik terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Minggu (7/7/2019).

Setidaknya lima desa di Kabupaten Aceh Tengah dilandas hujan es Minggu siang sekitar pukul 14.15 WIB. Tak seperti hujan pada umumnya, kali ini berupa batu-batu es sebesar kelereng.

Lima desa yang dilanda hujan es tersebut yakni Desa Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning.

Hujan es ini mengagetkan warga. Sebab, di kabupaten lainnya di Aceh justru sedang mengalami kemarau. Matahari bersinar terik. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa titik.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria mengatakan, fenomena tersebut dimungkinkan terjadi.

Menurut Zakaria, hujan es biasanya terjadi di satu daerah yang sangat lokal dan dengan durasi yang singkat dengan durasi waktu antara 7-12 menit.

Loading...

Syarat terjadinya hujan es itu akibat adanya awan Cumulonimbus (CB) yang sangat susah diprediksi. 

"Hujan es sama seperti terjadinya angin puting beliung, keduanya terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus," kata Zakaria seperti dikutip dari Kompas.com. 

Zakaria menyebutkan, hujan es terjadi lantaran ada awan Cumulonimbus dengan tinggi dasar awan yang sangat dekat dengan permukaan tanah dan di bawah awan, suhu udaranya sangat dingin. 

Dengan demikian, awan CB yang merupakan kristal yang mulai jatuh sebagai hujan akibat dorongan angin kencang dari awan CB tidak sempat mencair. Sehingga, di bawah permukaan awan juga dingin sehingga butir es tersebut jatuh ke permukaan tanah.  

Loading...
Loading...