Minggu, 07 Juli 2019 18:36 WITA

Adik Perempuan Bunuh Kakak, Mayatnya Dibungkus Plastik

Editor: Mays
Adik Perempuan Bunuh Kakak, Mayatnya Dibungkus Plastik
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, TAIPING - Gara-gara ponsel, seorang remaja perempuan bersama pacarnya tega membunuh kakak kandungnya. Lalu membungkusnya dengan plastik, sebelum meletakkan mayat korban di belakang sebuah rumah kosong di Taman Glenview, Kamunting, Malaysia, Minggu, 7 Juli 2019.

Tubuh korban yang berusia 16 tahun itu, ditemukan dua hari setelah korban dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Korban diyakini telah dibunuh oleh saudara perempuannya yang berusia 14 tahun dan pacarnya yang berusia 15 tahun di rumahnya.

Kepala Kepolisian Distrik Taiping, Asisten Komisaris Osman Mamat mengatakan, sekitar pukul 12.18 siang, kantornya menerima telepon dari tetangganya, yang mengatakan ada mayat korban ditemukan di luar belakang sebuah rumah di tempat kejadian.

Menurut dia, mayat yang ditemukan dalam bungkus plastik itu, kemudian dikonfirmasi oleh anggota keluarga karena korban dilaporkan hilang pada 5 Juli.

"Investigasi awal mengungkapkan, bahwa korban diyakini telah dibunuh oleh saudara perempuannya dan pacarnya di rumah korban, setelah kedua tersangka membunuh korban," ujar Osman Mamat.

Motif pembunuhan kata Osman, karena korban memergoki adiknya membawa masuk pacarnya ke dalam rumah.

Hari itu, Jumat, 5 Juli 2019, korban baru saja pulang dari sekolah. Ketika mengetuk pintu, lama sekali dibuka. Ternyata adiknya tengah bersama sang pacar di dalam. 

Mengetahui kakaknya datang, sang adik lalu menyuruh pacarnya pergi lewat pintu belakang. 

loading...

Sayang ponselnya tertinggal. Sang kakak yang mengetahui adiknya membawa masuk laki-laki, marah besar. 

Saat pacar adiknya menelepon ke ponselnya, korban mengangkatnya.

"Hei, kalau kau berani, kau datang ambil ponsel kamu," tantangnya.

Saat pacar adiknya datang, perkelahian pun tak terhindarkan di rumah korban.

"Menurut bukti dari dua tersangka, mereka diyakini membantai leher korban dan kedua pergelangan tangan dengan pisau sebelum memasukkan kepala korban ke plastik untuk hingga kehabisan napas," kata Osman.

Osman mengatakan, penyelidikan unit forensik polisi menemukan pisau yang digunakan oleh tersangka dan mayat-mayat itu dikirim ke Rumah Sakit Bainun Raja Permaisuri, Ipoh untuk pemeriksaan mayat.

Menurut dia, kedua tersangka kemudian ditangkap oleh polisi di rumah mereka pada pukul 4.25 sore untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung dan kasus ini sedang diselidiki di bawah Bagian 302 KUHP," pungkasnya.

Loading...
Loading...