Sabtu, 06 Juli 2019 05:30 WITA

Cak Imin Incar Ketua MPR, Kuat Mana, Lobi Ma'ruf Amin atau Golkar?

Editor: Abu Asyraf
Cak Imin Incar Ketua MPR, Kuat Mana, Lobi Ma'ruf Amin atau Golkar?
Muhaimin Iskandar bersama KH Ma'ruf Amin

RAKYATKU.COM - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar meminta bantuan wakil presiden terpilih KH Ma'ruf Amin untuk melobi Jokowi. Cak Imin, sapaan akrabnya, mengincar posisi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.

Hal itu diungkapkan Cak Imin usai menemui Ma'ruf Amin, Jumat (5/7/2019). "Ya, kami mohon doa restunya agar sukses lobi-lobi pimpinan MPR nanti," ucap Cak Imin.

Dia menuturkan, penting bagi PKB mendapatkan posisi itu. Alasannya, girah umat Islam tengah meningkat. Perlu jalan selaras dengan empat pilar kebangsaan.

"Girah Islam itu harus dijembatani melalui penguatan empat pilar kebangsaan dan NU punya modal itu. Empat pilar itu Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI," tambah Cak Imin.

Ma'ruf Amin rupanya sepakat PKB memimpin MPR. Dia berjanji akan membicarakan usulan Cak Imin ini kepada Presiden Jokowi dan parpol koalisi.

"Tentu seperti orang yang dekat dengan saya. Saya dukunglah sebagai ketua MPR," ujar Ma'ruf.

Bila melihat hitungan kursi di DPR RI, posisi ketua MPR RI lebih memungkinkan diraih Partai Golkar. PDIP kemungkinan akan merelakan posisi itu karena sudah memegang ketua DPR RI.

Sesuai UU Nomor 2 Tahun 2018 yang merupakan hasil revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang Kedudukan MPR, DPR, dan DPD (MD3), pimpinan MPR terdiri dari satu ketua dan tujuh wakil ketua.

Namun berbeda dengan pimpinan DPR yang didasarkan pada perolehan suara pemilu periode berjalan, pimpinan MPR sebagai dimaksud Pasal 15 ayat 2 dipilih dalam suatu paket yang bersifat tetap.

loading...

Anggota MPR RI adalah gabungan dari anggota DPR dan DPD. Untuk masa bakti 2019-2024, anggota MPR RI berjumlah 711 yang terdiri 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD. 

Berdasar pasal 15 ayat 3, maka tiap fraksi dan kelompok bisa mengajukan satu nama untuk menduduki kursi pimpinan tanpa melihat jumlah anggota yang dimiliki.

Jika melihat hasil Pemilu 2019 yang telah ditetapkan KPU, maka akan ada sembilan fraksi di DPR dan satu kelompok DPD yang akan memperebutkan delapan kursi pimpinan MPR. 

Partai besar seperti PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, dan Nasdem dipastikan mendapat jatah. Namun, yang menjadi teka-teki adalah pemilik kursi ketua.

Partai Golkar paling berpeluang sebagai pemilik kursi terbanyak kedua di DPR RI. Golkar mendapat 85 kursi periode 2019-2024 atau setara 14,8 persen di bawah PDIP yang mendapat 129 kursi (22,3%). Partai Gerindra hanya mendapat 78 kursi atau 13,6 persen.

PKB sendiri hanya berada di posisi kelima dengan 58 kursi. Posisi keempat justru ditempati Partai NasDem dengan 59 kursi.

Dari komposisi tersebut, dibanding PKB, Golkar lebih layak diajukan sebagai calon ketua MPR oleh Koalisi Indonesia Kerja. Bukan hanya dari jumlah kursi di DPR, perolehan suara PKB sebesar 13.570.097 kalah jauh dibanding perolehan suara Golkar yang mencapai 17.229.789.
 

Loading...
Loading...