Jumat, 05 Juli 2019 13:12 WITA

Korban Berteriak Minta Tolong, Pelaku Besarkan Suara TV

Editor: Mays
Korban Berteriak Minta Tolong, Pelaku Besarkan Suara TV
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, KLATEN - Eni Setyorini geram. Mantan istri korban pembunuhan Hendro Febriyanto (54) ini, meminta tersangka pembunuhan Jeremia Kliwon Sianipar alias Ucok (20), dihukum seberat-beratnya.

Kamis, 4 Juli 2019, rekonstruksi pembunuhan berlangsung di Dusun Tegalkrapyak, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Kamis (4/7/2019) siang. Saat itu, tersangka Ucok (20) jengkel terhadap korban, yang terus mengajaknya berhubungan badan sesama jenis. 

Tersangka akhirnya meraih sebilah pisau lalu menyabetkan ke arah leher korban sekali.

Dalam kondisi leher berdarah itu, korban sempat berupaya melawan tersangka dengan cara merebut pisau tersebut.

Namun tersangka langsung membenturkan kepala korban ke lantai hingga 3 kali. Bukan itu saja, tersangka lalu menutup mulut korban dengan guling.

Korban sempat meminta tolong. Namun, tak kedengaran oleh tetangga, karena tersangka membesarkan suara televisi.

Melihat korbannya tewas, tersangka gugup, lalu segera meninggalkan tempat setelah mengambil uang, perhiasan dan ponsel milik korban.

Dia lalu melarikan diri ke Jakarta Pusat.

loading...

Personel Satreskrim menjemput tersangka di Jakarta, dan berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti.

"Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, kan sudah membunuh, kalau bisa hukuman mati," kata Eni.

Eny juga membeberkan, dia kurang mengenal baik tersangka Ucok.

Dirinya hanya sebatas mengetahui jika tersangka berasal dari Medan.

"Tersangka itu baru 2 atau 3 kali ke kampung sini untuk menginap," katanya.

"Yang saya tahu dia dari jogja kenalan lalu diajak menginap sini," katanya.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka Ucok terjerat Pasal 338 KUHP, ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Loading...
Loading...