Jumat, 05 Juli 2019 10:06 WITA

OPM Pecah, TPNPB Tegaskan Bukan Bagian ULMWP

Editor: Aswad Syam
OPM Pecah, TPNPB Tegaskan Bukan Bagian ULMWP
Egianus Kogeya (mengacungkan kepal ke atas) dan pasukannya.

RAKYATKU.COM, PAPUA - Melalui situs berita Australia, ABC, Juru Bicara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Jacob Rumbiak menegaskan ULMWP berhasil menggalang dukungan tiga faksi di Papua untuk bersatu demi kemerdekaan Papua.

Tiga faksi yang dimaksud Jacob, yakni, Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPBPB), Tentara Nasional Papua Barat, dan Tentara Revolusi Papua Barat.

"(Persatuan ini) akan menunjukkan kepada Indonesia, dan juga dunia, bahwa kita sebagai Papua Barat siap hari ini untuk mendapatkan kemerdekaan," katanya kepada ABC.

Tak cukup sehari dari pernyataan Jacob tersebut, bantahan langsung datang dari kubu TPNPB. Mereka dengan tegas menyatakan, bukan bagian dari ULMWP.

"Kami dari TPNPB News Crew menyampaikan kepada seluruh rakyat bangsa Papua Barat dan pendukung serta komunitas international, bahwa tetap bersabar menyikapi militer baru atau milisi baru yang diumumkan pimpinan ULMWP Beni Wenda dan Yakob Rumbiak di media. Oleh karena itu Pimpinan KOMNAS TPNPB OPM seutuhnya tidak mengakui dan menolak, pernyataan resmi akan dikeluarkan dalam waktu singkat," imbau Panglima Kodap III TPNPB Nduga, Egianus Kogeya kepada awak media TPNPBNews.

Hari ini, TPNPBNews kembali melansir pernyataan dari Penanggung jawab politik OPM-TPNPB, Jeffrey Bomanak, yang menegaskan pembentukan militer ULMWP adalah penipuan.

Menurut Jeffrey, tanda tangan dari setiap panglima Kodap TPN adalah rekayasa dan penpuan yang dilakukan Benny Wenda, Memaseh Tabuni, dan Jonah Wenda.

Loading...

"Kami telah melakukan konfirmasi ke beberapa panglima TPN, di antaranya, Goliat Tabuni, Lekagak Telenggen dan Egianus Kogeya, itu adalah penipuan yang dilakukan Benny Wenda," jelas Jeffrey.

Menurut Jeffrey, OPM-TPNPB, telah resmi keluar dari ULMWP pada konferensi 2017 di Vanuatu. Sehingga karenanya, OPM-TPNPB bukan lagi bagian dari ULMWP.

"Makanya, mulai 1 Juli 2019, ULMWP harus berhenti memakai nama OPM-TPN," tegasnya.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi menegaskan, klaim Benny Wenda telah berhasil mempersatukan kekuatan dan membentuk tentara baru tidak akan ada pengaruhnya bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Mereka mau terpecah atau bersatu, mereka mau membentuk tentara baru atau tentara lama, bagi kami TNI, mereka hanya gerombolan pemberontak,” tegasnya melalui pernyataan tertulis, Rabu, 3 Juli lalu.

Loading...
Loading...