Rabu, 03 Juli 2019 09:47 WITA

Inikah Sosok Mr X yang Disebut LSI Jadi Kuda Hitam pada Pilpres 2024?

Editor: Abu Asyraf
Inikah Sosok Mr X yang Disebut LSI Jadi Kuda Hitam pada Pilpres 2024?
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

RAKYATKU.COM - Kabinet Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024 disebut bakal menunjukkan gambaran Pilpres 2024. Terutama apakah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi menteri atau tidak.

Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, peluang Ahok akan melebar bilamana ia mendapat amanah mengisi pos-pos penting sehingga dapat menunjukkan kinerjanya dan kembali mencuri perhatian publik. 

Rully menambahkan, Ahok juga bisa mengubah citranya sebagai eks narapidana bila menunjukkan prestasi di jabatan baru yang mungkin akan disandangnya. 

"Ketika dia misalnya nanti sudah mulai aktif kembali di jabatan-jabatan publik, dari situlah Pak Ahok bisa menunjukkan prestasi ke depannya supaya ada efek pemilih untuk memilih Ahok sebagai the next president," kata Rully, Selasa (2/7/2019).

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis nama-nama tokoh yang dianggap berpotensi maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2024 mendatang. 

Daftar itu berisi deretan 14 nama tokoh dan satu sosok misterius. Menurut peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, sosok misterius itu adalah sosok yang saat ini belum terdeteksi peluangnya untuk berlaga pada Pilpres 2024. 

"Bisa jadi ada The Next Jokowi yang kita masih belum tahu sebagai faktor kejutan namanya. Bisa jadi nanti ada Mr atau Mrs X yang menjadi capres potensial di 2024," ujar Rully. 

Denny menyebut, Jokowi adalah sosok misterius itu pada Pemilu 2014. Sebab, popularitas eks wali kota Solo itu meroket saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga akhirnya menduduki kursi RI-1. 

Loading...

Dalam konteks Pilpres 2024, Rully menyebut, bekas kompatriot sekaligus penerus Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, yakni Basuki Tjahaja Purnama, berpeluang menjadi sosok misterius alias kuda hitam tersebut. 

"Bisa jadi Basuki Tjahaja Purnama masuk sebagai sosok misterius, Mr X yang nomor 15 tadi. Dia menjadi sosok yang memberi efek kejut ke depan nanti ketika di 2024 nanti," kata Rully. 

Rully menuturkan, nama Ahok saat ini belum masuk bursa karena statusnya yang tidak memegang jabatan pemerintahan maupun jabatan partai politik tertentu. 

Munculnya Ahok sebagai kuda hitam sepertinya bukan hal yang mengejutkan. Sebab, Ahok merupakan salah satu tokoh politik paling populer di Indonesia. Kiprahnya selama memimpin DKI Jakarta pun bisa jadi menjadi modalnya untuk bertarung di tingkat yang lebih tinggi.

Namun, peluang Ahok berlaga pada Pilpres 2024 dinilai berat. Statusnya sebagai narapidana kasus penodaan agama merupakan penyebabnya. Dia terbentur Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. 

Pada Pasal 227 huruf (k), salah satu syarat capres adalah tidak pernah dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih. Dalam kasus, penistaan agama, ancaman hukumannya lima tahun, walau Ahok akhirnya hanya divonis dua tahun penjara.


 

Loading...
Loading...