Selasa, 02 Juli 2019 20:03 WITA

Sudah Berstatus Terdakwa, Pelaku Pembunuh Aldama Belum Dikeluarkan dari ATKP Makassar

Penulis: Azwar Basir
Editor: Abu Asyraf
Sudah Berstatus Terdakwa, Pelaku Pembunuh Aldama Belum Dikeluarkan dari ATKP Makassar
Muhammad Rusdi

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Muhammad Rusdi pelaku pembunuhan Aldama Putra Pongkala telah menjalani dua kali persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. 

Kemarin merupakan sidang keduanya dengan agenda sidang mendengarkan saksi-saksi. 

Meskipun sudah menjalani dua kali persidangan dan telah menjadi terdakwa, Muhammad Rusdi taruna tingkat 2 ATKP Makassar belum dikeluarkan dari kampus. Ia masih bersatus taruna yang sedang menjalani masa skorsing. 

Masih ada peluang untuk kembali masuk ke ATKP Makassar jika nantinya di persidangan Muhammad Rusdi divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Makassar. 

Wakil Direktur III Bidang Ketarunaan ATKP Makassar, Nining Idyaningsih membenarkan bahwa Muhammad Rusdi belum dipecat sebagai taruna. 

"Sesuai hasil rapat dewan kehormatan kemarin, kami harus menunggu hasil sidang. Rusdi baru akan dikeluarkan kalau terbukti di persidangan dan sudah ada putusan dari pengadilan bahwa terbukti melakukan," jelas Nining. 

Nining mengungkapkan bahwa ATKP Makassar turut menyesali tindakan penganiayaan yang terjadi dan menewaskan seorang taruna. Meskipun begitu, pihaknya tetap memberikan dukungan kepada Rusdi yang telah menjalani persidangan. 

Loading...

"Kami di sini hanya mendukung. Kami sudah serahkan semua ke kejaksaan dan kepolisian. Kami memberikan dukungan moril ke Rusdi dan itu instruksi pimpinan. Sedih juga kejadian kayak gini, kami tidak nyangka akan begini," ucapnya. 

Nining menambahkan, pihaknya telah melakukan evaluasi dalam pengawasan taruna untuk mencegah kejadian pemukulan antara senior junior ini berulang. Dalam 24 jam, pihak kampus melakukan pengawasan sebanyak dua kali. 

"Kami sudah menambah pengawasan. Penjagaan juga sudah kami perketat, dalam artian yang kemarin pengasuhannya 1x24 jam sekarang 1x12 jam. Jadi satu kali 12 jam ada enam orang yang lakukan pengawasan. Tiga ASN dan tiga dari AURI," jelasnya. 

Dengan kebijakan baru ini, Nining mengatakan senioritas di kampus ATKP sudah tak tampak lagi. Hal ini ia terlihat dari pengawasan yang dilakukan oleh ATKP Makassar.  

"Tak ada lagi taruna di tingkat atas yang menghukum juniornya apabila melakukan pelanggaran," tutupnya.

Loading...
Loading...