Selasa, 02 Juli 2019 15:37 WITA

Begini Kondisi Terkini Remaja Korban Penganiayaan yang Viral di FB

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Begini Kondisi Terkini Remaja Korban Penganiayaan yang Viral di FB
Korban penganiayaan (baju biru), dikunjungi kerabat yang datang memberi support.

RAKYATKU.COM, GOWA - Korban penganiayaan yang sempat viral di Facebook, berinisial HBD (19), sudah bisa dipulangkan oleh pihak Puskesmas Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, setelah sempat dirawat beberapa hari. 

Saat disambangi di kediamannya, korban juga sudah bisa bercerita dan tersenyum bersama dengan orang di sekitarnya.

Penganiaya HBD, PTR (19), sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian.

Sampai saat ini, suasana rumah HBD masih ramai dikunjungi oleh sanak keluarga, kerabat, dan tetangga korban.

HBD juga mengaku masih merasakan beberapa sakit di beberapa bagian tubuhnya. Tapi dia sudah tampak santai dan merasa aman, setelah menjalani perawatan medis dan diberi semangat oleh sanak keluarganya.

"Yang masih sakit leher bagian belakang dan kepala saya," ujar HBD saat ditemui di rumahnya, Desa Sawakong, Kecamatan Bontosompo Selatan, Kabupaten Takalar, Selasa (2/7/2019).

Loading...

Pihak keluarga korban yang setia merawat HBD di rumahnya juga tampak merasa puas, saat mengetahui bahwa pelaku saat ini ditelah diamankan oleh Polres Gowa, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hingga saat ini, pihak sekolah SMAN 13 Gowa belum bisa memberikan keterangan terkait status dari pelaku tersebut. Pihaknya masih menunggu kedatangan kepala sekolah untuk menjelaskan. Kepala sekolah saat ini sedang mengikuti manasik haji.

Diberitakan sebelumnya oleh Rakyatku.com, selain mengamankan PTR, polisi juga mengamankan barang bukti berupa baju korban saat kejadian yang mengenakan 1 pasang seragam sekolah.

Kassubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, kejadian tersebut lantaran pelaku sakit hati dan emosi karena korban mengeluarkan kata-kata kasar serta memblokir Facebook pelaku. Akhirnya, pelaku pun tersulut emosi.

"Pelaku dan korban awalnya tidak saling mengenal. Rekan korban mengundang keduanya melalui sebuah grup di aplikasi di Facebook untuk mempermudah komunikasi antara pelaku dan korban, karena Facebook pelaku telah diblokir dan tidak bisa berkomunikasi dengan korban lalu teman korban memasukkan pelaku ke dalam group FB," ucap Tambunan, Senin (1/7/2019) kemarin.

Loading...
Loading...