Minggu, 30 Juni 2019 17:55 WITA

Kekeringan Memunculkan Istana Kuno di Tepi Sungai Irak

Editor: Suriawati
Kekeringan Memunculkan Istana Kuno di Tepi Sungai Irak
Kurdistan Archaeology Organization

RAKYATKU.COM - Sebuah istana atau kemune berusia 3.400 tahun telah muncul dari sebuah reservoir di wilayah Kurdistan, Irak.

Itu muncul di tepi Sungai Tigris, setelah ketinggian air turun akibat kekeringan.

Penemuan itu memicu penggalian arkeologis spontan, yang diyakini akan meningkatkan pemahaman tentang Kekaisaran Mittani.

"Temuan ini adalah salah satu penemuan arkeologis paling penting di wilayah ini dalam beberapa dekade terakhir," kata arkeolog Kurdi Hasan Ahmed Qasim.

Kekaisaran Mittani adalah salah satu peradaban yang paling sedikit diteliti dari Timur Dekat Kuno.

Istana yang ditemukan ini berdiri hanya 65 kaki (19 meter) dari sungai. Dinding teras terbuat dari bata lumpur setelah dua meter.

Kekeringan Memunculkan Istana Kuno di Tepi Sungai IrakIvana Puljiz, seorang arkeolog dari Institut Universitas Tübingen untuk Studi Timur Dekat Kuno, menggambarkan istana itu sebagai bangunan yang dirancang dengan hati-hati.

Dia mengatakan, beberapa dinding tingginya lebih dari dua meter, dan berbagai ruangan memiliki dinding diplester.

Loading...

Tim juga menemukan lukisan dinding dalam nuansa merah dan biru, yang mungkin merupakan fitur umum istana pada saat itu.

"Menemukan lukisan dinding di Kemune adalah sensasi arkeologis," katanya.

Selama penyelidikan, para peneliti juga menembukan sepuluh tablet tanah liat yang ditutupi teks, dan sebuah sistem penulisan kuno.

Foto-foto teks beresolusi tinggi telah dikirim ke Jerman untuk diterjemahkan.

"Dari teks-teks itu kami berharap mendapatkan informasi tentang struktur dalam kekaisaran Mittani, organisasi ekonominya, dan hubungan ibu kota Mittani dengan pusat-pusat administrasi di daerah-daerah tetangga," kata Puljiz kepada CNN.

Para arkeolog pertama kali mengetahui situs tersebut pada tahun 2010 ketika level air di reservoir rendah, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka dapat menggali.

Namun, situs itu telah tenggelam kembali tak lama setelah penggalian. Puljiz mengatakan, tidak jelas kapan itu akan muncul lagi.

Loading...
Loading...