Sabtu, 29 Juni 2019 07:45 WITA

Hati-Hati, Ada Pria Berseragam Dinas TNI Incar Korban Lewat Aplikasi Belanja Online

Editor: Abu Asyraf
Hati-Hati, Ada Pria Berseragam Dinas TNI Incar Korban Lewat Aplikasi Belanja Online
Seragam TNI yang dikenakan penjahat yang mengincar pengguna aplikasi belanja online.

RAKYATKU.COM - Modus pencurian semakin banyak. Baru-baru ini, Polda Metro Jaya menangkap dua pria yang menjalankan aksi dengan berpakaian loreng.

Mereka mengincar korban lewat aplikasi belanja online. Dua pria yang ditangkap tersebut berinisial KNP dan TMN. Keduanya, mengaku sebagai anggota TNI. Berseragam dinas PDH untuk meyakinkan korbannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, dua tersangka tersebut memiliki peran berbeda. Ada yang mencari target di aplikasi jual beli online sekaligus eksekutor. Satu lagi menyiapkan seragam TNI.

Tersangka mencari korban yang menawar atau menjual sepeda motor di aplikasi tersebut. Setelah menemukan target, pelaku kemudian menghubungi korban untuk melalukan kesepakatan jual beli atas motor yang diiklankan tersebut.

Saat menghubungi korban, tersangka mengaku sebagai anggota TNI untuk meyakinkan korbannya.

"Saat mereka bertemu, tersangka KNP menggunakan seragam dinas PDH TNI yang didapat dari tersangka TMN, kemudian dengan alasan test drive tersangka KNP membawa kabur sepeda motor milik korban," ujar Argo.

Tersangka KNP, lanjut Argo, telah melakukan aksinya sejak April lalu dan telah beraksi di enam lokasi. Salah satunya di Jakarta Barat dan Cileungsi, Bogor.

Argo mengungkapkan tersangka KNP merupakan seorang residivis untuk kasus serupa. Ia baru keluar dari Lapas pada Maret 2019 lalu. Sementara tersangka TMN merupakan residivis untuk kasus penadahan pada tahun 2012 lalu.

loading...

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP subsider Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara tujuh tahun.

Hati-Hati, Ada Pria Berseragam Dinas TNI Incar Korban Lewat Aplikasi Belanja Online

Polda Metro Jaya menangkap dua komplotan pencurian uang dengan modus mengganjal mesin anjungan tunai mandiri (ATM) menggunakan tusuk gigi.

Komplotan pertama terdiri atas lima orang pelaku yang kerap beraksi sekitar wilayah Bekasi. Lima tersangka berinisial M, S, IAS, ES dan RD itu ditangkap di Jakarta Utara pada Kamis (27/6/2019).

Kelompok ini beraksi di Bantargebang, Tambun Bekasi, Cikarang dan Cikampek. Lima tersangka itu saling berbagi peran dari mulai yang mengganjal dan menukar kartu ATM korban, yang mengalihkan perhatian korban, mengintip kode unik (PIN) ATM milik korban, hingga yang menjadi sopir.

Sementara itu untuk komplotan yang kedua, kata Argo, terdiri atas dua tersangka yakni JS dan SS yang melakukan aksi di sekitar wilayah Jakarta Utara. Modusnya ganjal mesin ATM. Para tersangka melakukan survei sebelum beraksi.


 

Loading...
Loading...